RADARCIREBON.TV – Kompetisi menuju gelar Premier League musim ini sudah memasuki fase paling menegangkan.
Manchester City berhasil menyusul Arsenal di puncak klasemen, tetapi kondisinya masih jauh dari kata aman.
Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada Kamis (23/4) dini hari WIB menjadi titik balik penting bagi Manchester City.
Baca Juga:PT Matahari Department Store Tbk Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing TbkEmas Naik Turun Drastis, Investor Serbu Harga Diskon
Penambahan tiga poin itu membuat tim asuhan Pep Guardiola itu mengumpulkan 70 poin dari 33 laga, jumlah yang identik dengan Arsenal.
Yang membuat persaingan ini semakin unik adalah statistik kedua tim yang setara. Baik Manchester City maupun Arsenal saling membukukan 21 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan selama musim ini. Bahkan, selisih gol keduanya juga identik, yakni +37.
Dengan situasi itu, penentuan posisi di klasemen sementara kini bergantung pada jumlah gol yang dicetak.
Manchester City untuk sementara unggul tipis dalam produktivitas gol, sehingga berhak bertengger di singgasana puncak.
Akan tetapi, keunggulan ini sangat rapuh dan bisa berubah cuma dalam satu laga saja.Kondisi ini membuat lima pertandingan tersisa terasa seperti final bagi kedua tim.
Tak cuma tentang menang atau kalah, tetapi juga seberapa besar margin kemenangan yang dapat diraih. Setiap gol kini memiliki nilai yang sangat berharga dalam perebutan trofi.
Sementara itu, tekanan jelas semakin besar untuk Arsenal. Tim besutan Mikel Arteta itu harus segera merespons bila tak ingin kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Konsistensi dan ketajaman lini depan akan menjadi kunci utama.
Baca Juga:Barcelona Dihantui Cedera Lamine Yamal, Akhir Musim Terancam Tanpa Sang WonderkidManchester City Bertengger di Puncak Premier League, Pep Guardiola Waspadai Ancaman Kelelahan
Di samping itu, Manchester City memiliki pengalaman lebih dalam situasi genting seperti ini.
Manchester City terbiasa tampil tenang pada fase akhir musim dan mampu menjaga ritme kemenangan.
Akan tetapi, dengan jadwal yang padat dan tekanan yang tinggi, sedikit saja kesalahan dapat berakibat fatal.
Dengan segala kesamaan statistik yang ada, perebutan gelar musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling dramatis pada sejarah Premier League.
Lima laga yang tersisa bakal menjadi penentu segalanya, dan setiap gol bisa jadi pembeda antara juara dan runner-up.
Andai sampai akhir musim nanti kondisinya tidak berubah, maka ada satu hal penentu. Sang kampiun Liga Inggris akan ditentukan dengan produktivitas alias tim mana yang paling banyak mencetak gol.
