Penjual Rujak Di Kota Cirebon Naik Haji – Video

Penjual Rujak Di Kota Cirebon Naik Haji
0 Komentar

Seorang pedagang rujak di Kota Cirebon, akhirnya berkesempatan berangkat haji tahun 2026. Dibalik perjuangannya untuk menyisihkan uang sejak tahun sembilan puluh tujuh, perjalanannya bikin merinding, nenek berusia lima puluh tujuh tahun ini, yang kerap menangis setiap melihat rombongan pengantar haji sembari melantunkan shalawat nabi.

Siapa sangka, hanya dari berjualan rujak di pinggiran jalan raya, seorang nenek berusia lima puluh tujuh tahun, berkesempatan mendapat panggilan Yang Maha Kuasa ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji rukun islam ke lima. Warga Kelurahan Karyamulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon tercatat sebagai calon jemaah haji yang hendak diberangkatkan ke tanah suci pada tanggal delapan Mei 2026.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, serta penghasilan dari berdagang yang tak menentu, bukan hal yang mudah baginya untuk terus berjuang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sejak tahun sembilan puluh tujuh, terlebih, dirinya menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga:Ribuan Siswa Ikuti Ajang Olahraga Sains Dan Seni – VideoPerjalanan Haru Jamaah Haji Tertua Asal Majalengka – Video

Dibalik perjuangannya tersebut, terdapat kisah penuh haru yang menjadi motivasi, bagaimana tidak, nenek berusia lima puluh tujuh tahun ini selalu menangis sedu dan mengelus dada ketika melihat iring iringan rombongan pengantar haji sambil bershalawat nabi.

Bertahun tahun Istoifah hanya mampu ikut bersholawat nabi ketika momen sekaligus berbicara dibenak hatinya, kapan dirinya bisa seperti itu berangkat menunaikan ibadah haji.

Nenek yang sudah memiliki satu cucu ini tinggal memetik hasil dari kesabaran dan perjuangan dalam waktu yang tak singkat, segala persiapan untuk dibawa ke baitullah satu persatu di siapkan termasuk obat obatan dan makanan kecil untuk bekal menunaikan ibadah haji. Sepenggal kisah tersebut mengingatkan kita bahwa dengan niat kuat disertai usaha dan diyakini dalam doa doa yang dipanjatkan, mampu menghasilkan buah manis kesabaran yang tak ternilai.

0 Komentar