RADARCIREBON.TV – Persib Bandung memastikan kemenangan dramatis atas Bhayangkara Presisi dengan skor 4-2, setelah Adam Alis mencetak gol penutup di menit ke-89. Gol ini menjadi titik akhir perlawanan Bhayangkara sekaligus menegaskan comeback luar biasa Maung Bandung dalam laga penuh tensi di Lampung.
Gol keempat Persib lahir dari situasi bola silang ke dalam kotak penalti Bhayangkara. Umpan tersebut sempat dihalau oleh pemain bertahan dengan sundulan, namun justru jatuh di area berbahaya. Di situlah Adam Alis berdiri tanpa kawalan berarti.
Dengan ketenangan tinggi, ia mengontrol bola menggunakan dada, sebuah sentuhan pertama yang krusial untuk mengatur arah dan momentum. Tanpa membuang waktu, Adam langsung melepaskan tembakan keras yang menghujam gawang Bhayangkara. Kiper tak mampu bereaksi, dan skor pun berubah menjadi 4-2.
Baca Juga:Live Persib Menit 60, Beckham Bikin Gol Ajaib! Persib Berbalik UnggulLive Persib Menit 50, Layvin Kurzawa Bikin Umpan Cantik, Berguinho Samakan Kedudukan! Persib Bangkit 2-2
Gol ini bukan hanya memperlebar jarak, tetapi juga memastikan Bhayangkara kehilangan peluang untuk bangkit di sisa waktu yang sangat terbatas. Secara mental, gol tersebut menjadi pukulan terakhir setelah sebelumnya mereka sempat unggul dua gol di awal laga.
Penampilan Adam Alis di momen ini mencerminkan kematangan dan insting seorang gelandang berpengalaman. Ia tidak hanya berperan dalam membangun serangan, tetapi juga hadir di waktu yang tepat untuk menyelesaikan peluang. Gol ini melengkapi performa impresif Persib yang berhasil membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 4-2.
Kemenangan ini juga berdampak besar di papan klasemen. Persib kini kembali ke puncak, menyamai poin Borneo FC dengan total 69 angka. Persaingan di papan atas pun semakin panas, dengan selisih yang sangat tipis menjelang akhir kompetisi.
Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menjadi bukti karakter Persib sebagai tim besar. Sempat tertekan di awal pertandingan, mereka mampu bangkit dengan determinasi tinggi, memperbaiki permainan, dan memanfaatkan momentum dengan maksimal.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi harus melakukan evaluasi besar. Dominasi di awal laga gagal dipertahankan, dan mereka justru kehilangan kendali di babak kedua. Kelemahan dalam menjaga konsistensi dan koordinasi lini belakang menjadi faktor utama kekalahan.
