Tumpukan sampah domestik di sepanjang Jalan Brigjen Darsono, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kian memprihatinkan. Kondisi ini tak hanya mengganggu lingkungan, namun juga berdampak pada para pemulung yang menggantungkan hidup dari sampah plastik.
Tumpukan sampah yang dibungkus plastik di tepi Jalan Brigjen Dharsono Desa Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon terlihat menumpuk. Sebagian besar berisi sisa makanan, minyak, serta limbah rumah tangga yang bercampur dengan botol dan gelas plastik.
Kondisi ini menjadi keluhan para warga. Bau yang tidak sedap dan plastik yang beterbangan sangat menggangu. Menurut informasi di lapangan, sampah ini merupakan hasil dari oknum pengendara melintas di Jalan Brigjen Dharsono.
Baca Juga:Kolaborasi Persekutuan Gereja Indonesia Setempat PGIS Cirebon & Pemkot, Kali Kalibaru Dibersihkan – VideoPemberdayaan Hasil Ternak Susu Kambing Rizal Al Fatih – Video
Selain itu, kondisi sampah yang berserakan juga dikeluhkan Dani, salah satu pemulung, yang setiap hari mencari botol plastik untuk dijual kembali. Ia menyebut, sampah yang tidak tertata membuat proses pemilahan menjadi sulit.
Menurutnya, sampah plastik yang tercampur dengan minyak atau limbah lain menjadi tidak memiliki nilai jual. Hal ini membuat sebagian besar sampah tidak dapat dimanfaatkan.
Ke depan diberharapkan ada penataan dan pengelolaan sampah yang lebih baik, agar lingkungan terlihat bersih dan sampah masih memiliki nilai ekonomi. Hingga kini, kondisi sampah di lokasi tersebut masih belum tertangani secara optimal, dan memerlukan perhatian serius dari pihak terkait.