Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon akui belum optimal mengelola potensi parkir untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Pendapatan Asli Daerah PAD dari retribusi parkir masih belum optimal terkelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon. Saat ini, terdapat tiga ratus tiga puluh delapan titik parkir tepi jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon dengan jumlah juru parkir mencapai lebih dari lima ratus orang, namun hanya sekitar dua puluh delapan titik yang baru dioptimalkan.
Dari sektor retribusi parkir, Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon ditargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah, PAD sebesar dua koma enam miliar rupiah. Untuk mengejar target PAD, Dishub berencana menambah lima puluh titik parkir baru, kendati mayoritas titik kantong parkir berada di wilayah tengah Kabupaten Cirebon seperti Kecamatan Sumber.
Baca Juga:Ajak Duduk Satu Meja, KNPI Kota Cirebon: Hentikan Disharmoni, Saatnya Kolaborasi NyataDispora Kab. Cirebon Genjot Pembinaan Olahraga – Video
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon Nunu Nugraha menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Dishub hanya memiliki enam belas koordinator lapangan sementara khusus wilayah Cirebon Timur yang memiliki cakupan luas hanya ditangani empat koordinator. Selain SDM, Dinas Perhubungan juga terkendala kepemilikan aset untuk membuat kantong parkir di wilayah timue Cirebon.
Sementara, selain berencana menambah SDM Dishub juga akan menggelar sosialisasi ke desa-desa terkait pengelolaan parkir. Pasalnya, saat ini masih banyak desa dan oknum jukir liar yang melakukan pengelolaan parkir namun tidak menyetorkan retribusi kepada Dinas Perhubungan.
Dishub juga tengah mengkaji penerapan parkir berlangganan tahunan yang terintegrasi dengan pembayaran pajak kendaraan di Samsat, skema ini diharapkan mampu menjadi terobosan baru untuk meningkatkan PAD dari sektor parkir. Kendati saat ini kantong parkir masih terpusat di wilayah tengah.