Donald Trump Dinilai Kehilangan Kendali, Konflik Iran Disebut Makin Sulit Diakhiri

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai mulai kehilangan keuntungan strategis dalam menghadapi Iran.
src-img : ofc.ig @realdonaldtrump
0 Komentar

Namun Iran segera merespons dengan meningkatkan kontrol atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Selain itu, Iran juga disebut meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah negara monarki Arab Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat.

Selat Hormuz Jadi Titik Tekanan Baru

Menurut Mona Yacoubian, Amerika Serikat membutuhkan kekuatan sangat besar jika ingin memukul mundur Iran dari Selat Hormuz.

Langkah tersebut dinilai berisiko memicu:

Baca Juga:Cara Dapat Saldo DANA Gratis 2026 dari Aplikasi Penghasil Uang yang Terbukti MembayarIsrael dan Amerika Serikat Berselisih Arah dalam Kebijakan terhadap Iran

  • Gangguan besar terhadap pasar energi global
  • Kenaikan harga minyak dunia
  • Ancaman keamanan baru bagi negara-negara Teluk
  • Eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah

Yacoubian juga menilai pemerintahan Trump salah membaca karakter rezim Iran dan cara mereka menghadapi tekanan internasional.

Upaya Gencatan Senjata Belum Berhasil

Trump sempat mengumumkan gencatan senjata pada 8 April 2026 dan beberapa kali memperpanjangnya tanpa batas waktu yang jelas. Namun proses negosiasi terus mengalami hambatan.

Iran dilaporkan menolak hadir dalam perundingan yang direncanakan berlangsung di Pakistan, sehingga upaya diplomasi kembali menemui jalan buntu.

Project Freedom Sempat Diluncurkan

Pekan lalu, Trump juga mengumumkan operasi “Project Freedom” yang bertujuan membantu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Namun operasi tersebut hanya berjalan dua hari sebelum akhirnya ditangguhkan karena negara-negara Arab Teluk khawatir menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Di sisi lain, Trump juga sempat membangun ekspektasi publik terkait kemungkinan respons Iran, sebelum akhirnya menyebut proposal balasan dari Teheran sebagai “sampah”.

Trump Disebut Sangat Ingin Mengakhiri Konflik

Peneliti senior di Middle East Institute, Brian Katulis, menilai tindakan Trump menunjukkan bahwa pemimpin AS tersebut sangat ingin segera mengakhiri konflik.

Baca Juga:Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Banjir di Kendari, Ribuan Warga Terdampak Luapan SungaiBanjir di Kendari Rendam Ratusan Rumah, Ribuan Warga Terdampak Akibat Luapan Sungai Wanggu

Namun di saat yang sama, Trump masih terus melontarkan ancaman konflik yang lebih besar jika Iran tidak memenuhi keinginannya.

Katulis menilai kondisi itu menunjukkan bahwa pemerintahan Trump belum menemukan strategi yang benar-benar efektif untuk mendapatkan kesepakatan baru dengan Iran.

Posisi Amerika Serikat Dinilai Melemah di Hadapan China

Konflik Iran juga disebut berdampak pada posisi global Amerika Serikat, terutama dalam persaingan dengan China.

0 Komentar