Pasca menjadi korban penyerangan dan penjarahan oleh sekelompok geng motor, seorang janda lanjut usia di Kota Cirebon masih mengalami trauma berat hingga belum berani kembali membuka warung kelontong miliknya. Kapolres Cirebon Kota turun langsung menemui korban untuk memberikan dukungan moril dan menjamin keamanan keluarga.
Beginilah kondisi mental Waryu pemilik toko klontong, warga Gang Lawanggede, kelurahan Pekalangan, kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, usai dirusak dan dijarah sekelompok geng motor pada 3 Mei lalu.
Trauma mendalam masih dirasakan Waryu dan anaknya Setiawan, setelah warung kecil yang menjadi sumber penghidupan keluarga diserang secara brutal oleh gerombolan bermotor bersenjata tajam pada Sabtu malam, 3 Mei 2026 lalu. Akibat kejadian tersebut, sudah dua minggu korban memilih menutup sementara warungnya.
Baca Juga:Ular Sanca Bikin Geger Warga – VideoBupati Cirebon Realisasikan Rumah Layak Bagi Warga Miskin – Video
Dalam hal ini, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, bersama jajaran mendatangi langsung rumah korban pada Kamis siang untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan kepada keluarga korban. Dalam suasana penuh haru, Kapolres duduk lesehan bersama korban dan mendengarkan langsung kronologi kejadian yang masih membekas di ingatan keluarga.
Menurut Kapolres, pihak kepolisian memastikan akan memberikan perlindungan penuh kepada korban dan masyarakat agar aksi kriminal jalanan tidak kembali meresahkan warga Kota Cirebon.
Sementara itu, Setiawan mengaku peristiwa tersebut terjadi saat dirinya tengah membuat kopi untuk pembeli di warung. Tiba-tiba sekelompok pemuda bermotor datang dan langsung menyerang sambil membawa senjata tajam.
Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meminta pertolongan warga sekitar. Namun saat kembali ke lokasi, kondisi warung sudah hancur dan sejumlah barang dagangan hilang dijarah pelaku.
Tidak hanya mengalami kerugian materi, keluarga korban juga masih dalam suasana duka lantaran sang ayah baru saja meninggal dunia dan belum genap 40 hari sebelum kejadian berlangsung.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif para pelaku penyerangan yang videonya sempat viral di media sosial.