RADARCIREBON.TV – Kekhawatiran mulai menyelimuti kubu Arsenal jelang final Liga Champions 2026 melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei nanti. Bukan tanpa alasan, legenda klub Ray Parlour secara terbuka mengakui adanya “kekhawatiran” besar terkait posisi bek kanan yang dinilai menjadi celah terlemah The Gunners. Situasi ini bukan sekadar analisis pra-pertandingan biasa, melainkan potret nyata bagaimana ketiadaan opsi di posisi vital ini bisa menjadi blunder fatal mengingat mereka akan berhadapan langsung dengan salah satu pemain terbaik dunia saat ini, Khvicha Kvaratskhelia.
Di tengah persiapan menuju partai puncak di Puskas Arena, Budapest, Arsenal mulai tancap gas mencari solusi alternatif. Tidak hanya mengandalkan rotasi biasa, Mikel Arteta pun bergerak memutar otak menyusun taktik khusus demi meredam ancaman dari sayap kiri PSG yang diperkuat si pemain Georgia.
Kvaratskhelia: Dari Gelandang Bayern hingga Arsenal Ketar-ketir
Jika Arsenal ingin mengangkat trofi Liga Champions perdana mereka, mereka harus memecahkan satu teka-teki besar: bagaimana cara menghentikan Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia itu tengah dalam performa terbaiknya. Sepanjang musim Liga Champions 2025/2026, ia telah mencetak 10 gol dan 6 assist, menjadi motor utama PSG melaju ke final untuk kedua kalinya secara beruntun.
Baca Juga:Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028, Target Liga Champions Masih MembaraCalvin Verdonk Ukir Sejarah, Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
Puncak performanya terlihat di babak semifinal melawan Bayern Munich. Kvaratskhelia menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Bayern, di mana ia mampu mengekspos kekurangan Konrad Laimer dan Dayot Upamecano, serta memberikan assist vital bagi Ousmane Dembélé yang membawa PSG unggul cepat di leg kedua. Performa impresifnya bahkan membuat legenda Belanda Clarence Seedorf menyebut Kvaratskhelia sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Ancaman ini menjadi sangat nyata bagi Arsenal karena mereka pernah merasakannya langsung setahun lalu, saat Jurrien Timber tampil kesulitan melawan pergerakan Kvaratskhelia.
Krisis Bek Kanan: Timber dan White Cedera, Opsi Terbatas
Kekhawatiran yang diungkapkan Ray Parlour bukannya tanpa dasar. Arsenal benar-benar berada dalam kondisi krisis di posisi bek kanan menjelang final. Jurrien Timber, yang diandalkan untuk mengawal sisi kanan, harus absen cukup lama akibat cedera pergelangan kaki, sementara Ben White juga dipastikan tidak fit untuk pertandingan terbesar musim ini akibat cedera yang tidak tepat waktu.
