Pedagang Pasar Minggu Palimanan Kabupaten Cirebon menilai revitalisasi pasar dua lantai gagal perencanaan. Lantai dua sepi dan pedagang memilih berjualan diarea bawah untuk cari pembeli.
Revitalisasi Pasar Minggu Palimanan Kabupaten Cirebon yang dibangun dengan anggaran APBD Provinsi Jawa Barat sekitar 15 miliar rupiah menuai keluhan pedagang. Pasar yang dibangun dua tingkat dengan 145 kios di lantai atas itu justru sepi. Pedagang memilih turun dan berjualan di area bawah dengan membangun los darurat karena dinilai lebih ramai pembeli. Puluhan los darurat berjejer diarea bawah, padahal pedagang yang membangun los darurat memiliki kios diarea atas lantai dua Pasar Minggu Palimanan ini.
Suasana lantai atas pasar terlihat lengang dan banyak kios yang kosong dan tidak digunakan pedagang oleh pedagang. Salah seorang pedagang Dede Kusuma Wardana, yang sudah hampir 20 tahun berjualan di Pasar Minggu Palimanan menilai berjualan di lantai atas membuat dagangannya sepi pembeli karena kebanyakan pengunjung pasar merupakan orangtua yang enggan naik turun tangga.
Baca Juga:Komitmen Nyata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dalam Mendukung Pendidikan Melalui PIP (Program Indonesia Pintar)KONI Kab. Cirebon Petakan Kekuatan Menuju Porprov Jabar 2026 – Video
Pedagang menilai revitalisasi Pasar Minggu Palimanan ini gagal perencanaan, karena tidak melihat aspek, karakter, dan kultur pembeli. Akibatnya, kondisi Pasar Minggu Palimanan pasca revitalisasi belum bermanfaat secara optimal bagi pedagang.
Pedagang menilai revitalisasi pasar yang menelan anggaran sekitar 15 miliar rupiah dari APBD Provinsi Jawa Barat dinilai belum optimal dan terkesan mubazir. Pedagang menilai perencanaan pembangunan pasar kurang memperhitungkan karakter pembeli dan aktivitas pasar tradisional.
Pedagang berharap pemerintah daerah dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian segera memberikan solusi agar pasar kembali ramai dan kios di lantai atas dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pedagang berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan penataan ulang Pasar Minggu Palimanan agar bangunan pasar yang sudah menghabiskan anggaran besar tidak menjadi fasilitas kurang bermanfaat bagi masyarakat.