Rupiah Sentuh Rp17.728 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Inflasi AS Jadi Biang Kerok

Ilustrasi dolar as
Rupiah Sentuh Rp17.728 per Dolar AS Foto: pinterest
0 Komentar

Dampak ke Masyarakat

Pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang-barang impor. Mulai dari bahan baku industri hingga barang konsumsi seperti elektronik dan kendaraan bermotor.

Masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan terdampak karena daya beli mereka bisa tergerus. Harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan terigu yang bahan bakunya masih impor berpotensi naik.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi. Intervensi di pasar valas dan pengendalian harga menjadi opsi yang biasanya dilakukan.

Baca Juga:Breaking! IHSG Turun Tajam 2% Lebih, Rupiah Melemah, Sentimen Global MemburukPengusaha Khawatir Rupiah Tembus Rp17.600, Ancaman PHK Massal Mengintai Industri dan UMKM

Prediksi Rupiah Selanjutnya

Ariston memprediksi rupiah masih akan terus bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter AS.

Jika konflik semakin memanas, harga minyak bisa naik lebih tinggi. Dolar akan semakin perkasa. Rupiah pun berpotensi menyentuh level psikologis berikutnya.

Namun jika ada kabar gencatan senjata atau de-eskalasi konflik, rupiah bisa berbalik menguat.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik. Tetap bijak dalam membelanjakan uang dan tidak melakukan aksi borong yang justru memperparah inflasi.

0 Komentar