Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, menyebabkan ribuan rumah warga di empat kecamatan terendam banjir. Meluapnya sejumlah sungai membuat ketinggian air mencapai satu meter.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun selama berjam-jam, memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Sedikitnya empat kecamatan terdampak banjir diantaranya Kecamatan Pangenan, Astanajapura, Mundu, dan Waled.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari enam puluh sentimeter hingga mencapai satu meter, seperti yang terjadi di desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Sekitar tiga ratus rumah warga terendam banjir akibat meluapnya Sungai Singaraja.
Baca Juga:6 PKL Ditegur, Satu Lapak Di Trotoar Jalan Yos Sudarso Dibongkar – Video KDMP Desa Kepuh Siap Rekrut 18 Pegawai – Video
Air dengan cepat masuk ke permukiman dan merendam rumah-rumah warga hingga setinggi satu meter. Kondisi ini diperparah karena pemukiman warga berada tidak jauh dari aliran sungai.
Meluapnya sungai pada tengah malam membuat warga panik, karena air masuk saat sebagian besar warga tengah tertidur. Akibatnya, banyak perabotan rumah tangga dan barang elektronik milik warga tidak sempat diselamatkan.
Selain di Kecamatan Pangenan, banjir juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Astanajapura, Mundu, dan Waled.
Genangan air menutup jalan lingkungan, sawah, serta akses aktivitas warga. Banjir yang terjadi hampir setiap musim hujan ini, dipicu tingginya curah hujan dan meluapnya sungai-sungai besar di Kabupaten Cirebon.
Debit air semakin meningkat setelah mendapat kiriman air dari wilayah hulu Kabupaten Kuningan. Warga mengaku hanya bisa pasrah, karena banjir terus berulang dan hingga kini belum ada penanganan menyeluruh. Hingga Selasa pagi, banjir di sejumlah wilayah masih belum surut, debit air di beberapa sungai bahkan terpantau masih tinggi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.