Selain harga, masalah taktik juga menjadi faktor. Di bawah asuhan Allegri, Milan berganti formasi menjadi 3-5-2, sistem yang tidak memiliki posisi natural bagi seorang winger murni seperti Leao. Akibatnya, Leao sering dipaksakan bermain sebagai penyerang tengah, peran yang sangat membatasi pergerakan dan kemampuannya dalam menggiring bola.
Statistik Mandek & Kekecewaan Suporter San Siro
Situasi ini diperparah dengan statistik Leao yang kurang meyakinkan sepanjang musim 2025/2026. Dalam 30 pertandingan kompetitif, ia hanya mampu mengemas 10 gol dan tiga assist. Yang lebih memprihatinkan, ia sudah tidak pernah mencetak gol di Serie A sejak 1 Maret 2026. Inkonsistensi dan bahasa tubuhnya yang kerap terlihat frustrasi di lapangan membuat manajemen Milan semakin yakin bahwa inilah saat yang tepat untuk berpisah.
Para penggemar di San Siro pun sudah kehabisan kesabaran. La Gazzetta dello Sport mencatat bahwa Leao mendapat cemoohan keras saat ditarik keluar melawan Juventus (0-0 pada 26 April) dan terutama usai melewatkan peluang mudah saat kalah 2-3 dari Atalanta pada 5 Mei. Kekecewaan fans ini membuat ruang bagi Leao untuk bertahan di Milan kian sempit.
Baca Juga:AC Milan Justru Lebih Konsisten Tanpa Rafael Leao? Ini FaktanyaSkenario AC Milan Lolos Liga Champions 2026, Satu Poin Jadi Penentu
Apa Kabar MU? Dulu Berminat, Kini Ikut Menepi
Manchester United sendiri sebenarnya sempat disebut-sebut sebagai peminat terdepan. Bahkan, laporan dari media Inggris pada awal pekan yang sama mengklaim bahwa MU menyiapkan skema pemain plus uang tunai hingga mencapai €50 juta untuk mendaratkan Leao. Namun, laporan terbaru pasca-kegagalan negosiasi justru menunjukkan bahwa Setan Merah ikut mengubur dalam-dalam rencana tersebut, memilih fokus pada target lain yang dianggap lebih sepadan dengan investasi.
Dengan ditolak oleh para papan atas Liga Inggris dan La Liga, opsi Leao kini terbatas pada klub-klub Turki (Fenerbahce, Galatasaray) atau tawaran menggiurkan dari Liga Arab Saudi. Namun, sang pemain dikabarkan masih sangat ingin bertahan di level kompetisi tertinggi Eropa, apalagi ia akan berusia 27 tahun bulan depan dan ingin membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain dengan potensi, melainkan produk jadi yang layak disebut bintang.
Kini, Milan berharap Leao tampil moncer di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Portugal untuk membangkitkan kembali gairah klub-klub besar merekrutnya. Jika tidak, bersiaplah untuk melihat sang penerus nomor 7 Christian Vieri itu angkat koper ke liga di luar papan atas Eropa.
