“Kami juga punya pemain-pemain hebat. Tapi di final, siapa pun bisa menjadi pahlawan. Yang penting kami tetap solid sebagai tim, tidak egois, dan fokus selama 90 menit penuh,” tegasnya.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa kepercayaan diri berlebih justru bisa menjadi bumerang. “Kami tidak boleh berpikir bahwa kami lebih hebat hanya karena nama. Di lapangan, semua harus dibuktikan.”
Misi Balas Dendam dan Rekor
Final ini juga menjadi ajang balas dendam bagi PSG yang musim lalu menjadi juara setelah mengalahkan Inter Milan 5-0. Kini mereka ingin mempertahankan gelar, sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak format Liga Champions era baru.
Baca Juga:Hasil Paris FC vs PSG 2-1: Brace Alimani Gory Rusak Pesta Juara Les ParisiensPSG Kena Comeback Paris FC, Gol Injury Time Bikin Shock
Sementara itu, Arsenal datang sebagai juara Premier League dan tim dengan pertahanan terbaik di Eropa. Pertemuan dua kekuatan berbeda ini diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh taktik.
Zaire-Emery, yang diprediksi akan menjadi starter, berjanji akan tampil all-out. “Saya siap memberikan segalanya. Ini mimpi saya sejak kecil. Kami akan membawa pulang trofi untuk Paris,” pungkasnya.
