RADARCIREBON.TV – Minum kopi atau teh saat berada di dalam pesawat menjadi kebiasaan banyak penumpang selama penerbangan. Namun belakangan, muncul peringatan agar lebih berhati-hati sebelum memesan minuman tersebut, terutama jika dibuat menggunakan air dari tangki pesawat.
Perhatian terhadap kualitas air di pesawat kembali menjadi sorotan setelah mantan pramugari sekaligus influencer TikTok, Kat Kamalani, pada 2024 mengimbau penumpang untuk menghindari kopi dan teh yang disajikan selama penerbangan. Menurutnya, tangki air di pesawat tidak selalu dibersihkan secara rutin sehingga kebersihannya patut dipertimbangkan.
Meski demikian, hal ini bukan berarti seluruh kopi yang disajikan di pesawat otomatis berbahaya. Ada sejumlah faktor yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
Baca Juga:Google Tambahkan Fitur Anti-Scammer di Android, Telepon Palsu Langsung TerdeteksiMinum Kopi di Pagi Hari: Manfaat, Efek Samping, dan Waktu Terbaik Menurut Sains
Mengapa Kopi di Pesawat Menjadi Sorotan?
Kualitas Air di Pesawat Masih Menjadi Perhatian
Salah satu alasan utama mengapa kopi di pesawat menjadi perhatian adalah sumber air yang digunakan untuk menyeduh minuman tersebut.
Mengutip Fresh Cup, sebuah laporan dari lembaga nonprofit Center for Food as Medicine and Longevity menganalisis kualitas air di pesawat menggunakan data dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.
Penelitian tersebut mengambil sampel dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional di Amerika Serikat yang beroperasi selama periode 2022 hingga 2025. Setiap maskapai memperoleh skor keamanan air dengan rentang nilai 0 hingga 5, di mana skor di atas 3,50 dikategorikan memenuhi standar.
Hasil Penilaian Kualitas Air
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas air antar maskapai.
Beberapa temuan penting dalam laporan tersebut meliputi:
- Delta Air Lines memperoleh nilai 5,00 dan menjadi salah satu maskapai dengan skor tertinggi.
- Frontier Airlines mendapatkan skor 4,80.
- American Airlines memperoleh nilai 1,75, menjadi salah satu yang terendah dalam kategori maskapai besar.
- Pada kelompok maskapai regional, hanya GoJet Airlines yang berhasil melewati batas kelulusan dengan skor 3,85.
Direktur lembaga tersebut, Charles Platkin, menyatakan bahwa hampir seluruh maskapai regional masih perlu meningkatkan standar keamanan air di dalam pesawat, kecuali GoJet Airlines.
Berdasarkan laporan tersebut, penumpang disarankan memilih air minum dalam kemasan dibandingkan minuman panas yang dibuat menggunakan air dari tangki pesawat apabila merasa khawatir terhadap kualitas air.
