RADARCIREBON.TV – Tren slow jogging tengah ramai diperbincangkan dan semakin populer, terutama di Korea Selatan. Berbeda dengan lari pada umumnya yang identik dengan kecepatan tinggi dan rasa lelah, metode ini justru mengutamakan ritme yang santai sehingga tetap nyaman dilakukan oleh berbagai kalangan.
Sesuai namanya, slow jogging merupakan teknik berlari dengan kecepatan rendah. Saat melakukannya, seseorang bahkan masih bisa mengobrol atau tertawa bersama teman tanpa merasa kehabisan napas. Meski terlihat sederhana, cara berlari ini ternyata tetap memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Apa Itu Slow Jogging?
Teknik Lari Santai yang Mengutamakan Kenyamanan
Mengutip laman Slow Jogging Korea, slow jogging adalah pendekatan berlari yang lebih menekankan kenyamanan, kenikmatan, dan keberlanjutan dibandingkan mengejar kecepatan atau intensitas tinggi.
Baca Juga:Google Tambahkan Fitur Anti-Scammer di Android, Telepon Palsu Langsung TerdeteksiPagi atau Sore, Kapan Waktu Terbaik untuk Jogging yang Lebih Efektif?
Metode ini dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Fukuoka University. Konsep utamanya adalah berlari dengan tempo yang masih memungkinkan seseorang berbicara dengan nyaman tanpa terengah-engah.
Secara teknis, kecepatan slow jogging berada di kisaran 3 hingga 5 kilometer per jam, atau hampir sama dengan ritme berjalan santai maupun jalan cepat.
Manfaat Slow Jogging untuk Kesehatan
Membantu Meningkatkan Kebugaran Tubuh
Meski dilakukan dengan kecepatan rendah, slow jogging tetap termasuk aktivitas aerobik yang mampu memberikan manfaat bagi tubuh.
Ahli kardiovaskular Tamanna Singh, yang dikutip dari Cleveland Clinic, menyebutkan bahwa banyak bukti menunjukkan perubahan aerobik yang signifikan dapat diperoleh melalui kebiasaan berlari dengan kecepatan pelan.
Beberapa manfaat slow jogging antara lain:
- Meningkatkan daya tahan tubuh.
- Membantu persendian, ligamen, tendon, dan tulang beradaptasi terhadap tekanan saat berlari.
- Membantu menyempurnakan bentuk tubuh.
- Menguatkan otot.
- Mendukung kesehatan jantung dan paru-paru.
Jika dilakukan secara rutin, slow jogging juga dapat membantu meningkatkan stamina sehingga tubuh menjadi lebih tahan terhadap rasa lelah saat beraktivitas.
Mendukung Fungsi Mitokondria
Menurut Tamanna Singh, salah satu manfaat penting dari slow jogging adalah membantu meningkatkan kepadatan mitokondria.
Mitokondria merupakan bagian dari hampir seluruh sel tubuh yang berperan menghasilkan sekitar 90 persen energi. Organel ini memproses oksigen dan mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.
