Tempat Pembuangan Sementara atau TPS di kawasan Terminal Weru Kabupaten Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kondisi ini disebut sudah terjadi sejak lama dan dipicu keterlambatan pengangkutan serta tidak adanya penjaga di lokasi TPS.
Tumpukan sampah terlihat memenuhi area TPS di Terminal Weru Kabupaten Cirebon. Bau menyengat dan kondisi kumuh menjadi keluhan warga maupun pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Seorang petugas pengangkut sampah Desa Weru Lor, Edi Huaedi menyatakan, TPS ini memang sudah digunakan sejak dulu. Meski sempat dipindahkan ke beberapa titik, penumpukan sampah tetap terjadi karena volume sampah terus meningkat setiap hari.
Baca Juga:KNPI Bareng Bobotoh Apresiasi Polres Cirebon Kota atas Pengamanan Konvoi Juara PersibWisuda UGJ Cirebon Periode Ke-77 Mei 2026 Luluskan 704 Mahasiswa – Video
Menurut Edi, Pemerintah Desa Weru Lor menurunkan enam petugas untuk mengangkut sampah dari warga. Setiap petugas menangani dua rukun tetangga atau RT.
Letak TPS yang berdekatan dengan Pasar Jajan Weru juga membuat produksi sampah terus bertambah. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup pernah memberlakukan sistem karcis bagi para pedagang agar sampah mereka dapat diangkut secara teratur.
Namun menurut Edi, masalah utama terjadi karena pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir tidak dilakukan setiap hari. Sampah baru diangkut dua hingga tiga hari sekali sehingga kontainer cepat penuh dan sampah meluber ke area sekitarnya.
Selain itu, tidak adanya penjaga di lokasi TPS membuat warga atau pengendara sering membuang sampah sembarangan di luar kontainer. Kondisi tersebut membuat area TPS terlihat semakin semrawut terutama pada sore hari.
Edi berharap, frekuensi pengangkutan sampah dapat ditingkatkan dan ada pengawasan di lokasi TPS agar penumpukan sampah tidak terus berulang.