Ajax Kian Nekat! Tak Hanya Incar Pelatih Girona dan Daley Blind, Pemain MVP Kini Juga Diboyong ke Belanda!

Viktor Tsygankov
Pemain sayap Ukraina, Viktor Tsygankov, merayakan gol sambil mengangkat tangan. Sumber img:@gironafc
0 Komentar

Daley Blind, Sang Pensiunan Yang Ingin Pulang Kampung

Sementara itu, kepindahan Daley Blind ke Ajax sebenarnya sudah seperti “rahasia umum”. Bek veteran berusia 36 tahun itu sudah memastikan hengkang dengan status bebas transfer karena kontraknya di Girona berakhir.

Pria yang pernah membela Manchester United itu sebelumnya sempat berseteru dengan mantan pelatih Alfred Schreuder dan “dibuang” ke Bayern Munich. Kini, ia disebut-sebut sudah mencapai kata sepakat untuk pulang ke Amsterdam. Bahkan, menurut Ronald de Boer, mantan pemain Belanda, Blind “sangat ingin” mengakhiri kariernya di Ajax. Ambisi ini sejalan dengan keinginan pelatih yang akan datang.

Míchel, Sang Dalang Degradasi Jadi Buruan Utama

Jadi, apa hubungannya pelatih Míchel dalam drama ini? Ia adalah kunci dari semua rencana. Pelatih Spanyol itu kabarnya mencapai kesepakatan lisan dengan manajemen Ajax. Penunjukannya sebagai pelatih baru sudah seperti “hampir jadi” setelah pesaing utama, Bayer Leverkusen, mengundurkan diri dari perburuan.

Baca Juga:Atletico Madrid vs Girona Dini Hari Nanti: Los Colchoneros Incar Penutup Musim yang ManisHampir Tak Bisa Kendalikan Emosi, Pelatih Girona Beri Kode Keras ke Ajax Saat Masa Depan Jadi Sorotan

Alasan utamanya sederhana: Jika Míchel yang menangani Ajax di musim depan, ia pasti akan membawa serta dua anak buah kepercayaannya: Daley Blind di lini belakang, dan Viktor Tsygankov di lini depan. Strategi ini lazim disebut “efek kombo” di bursa transfer. Ketiganya sudah terbukti kompak di Girona, meskipun gagal menghindari degradasi. Di liga yang lebih santai seperti Belanda, trio ini diyakini bisa membuat onar.

Tantangan Finansial

Kendati ambisius, bukan berarti tanpa hambatan. Ajax masih harus bersaing dengan raksasa lain seperti MLS dan Liga Turki (Süper Lig) yang juga membidik Tsygankov. Selain itu, harga 15 juta euro untuk pemain berusia 28 tahun mungkin terlalu tinggi bagi klub Belanda yang terkenal pelit. Tapi, dengan kembalinya Blind (gratis) dan pelatih baru yang murah, dana segar untuk Tsygankov mungkin bisa disisihkan.

Kini, yang menarik untuk ditunggu adalah apakah “rampasan perang” Ajax dari puing-puing Girona ini akan benar-benar terwujud. Jika berhasil, tim Belanda itu bisa berbicara banyak lagi di Eropa musim depan.

0 Komentar