RADARCIREBON.TV – Sutradara film dokumenter kontroversial “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Dandhy Laksono, akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Mama Yasinta Moiwend yang mengaku dirinya “dijebak” dan tidak memberikan izin untuk ditampilkan dalam film tersebut. Dandhy merespons isu yang sedang memanas ini dengan sikap kepala dingin, memilih untuk tidak membela diri secara frontal, melainkan mengajak publik untuk menahan diri dari menghakimi sosok perempuan adat asal Papua Selatan itu.
Di tengah ramainya perbincangan publik setelah video klarifikasi Mama Yasinta viral, sineas yang juga dikenal sebagai jurnalis investigasi ini memilih untuk memberi contoh dengan mengedepankan empati dan penghormatan terhadap hak pilih setiap individu. Ia tidak menanggapi langsung tuduhan tanpa izin, melainkan mengingatkan bahwa ada banyak faktor yang mungkin tidak diketahui publik di balik perubahan sikap Mama Yasinta.
Klarifikasi Mama Yasinta: Kecewa dan Keberatan
Sebelumnya, seorang tokoh perempuan adat dan penerima penghargaan S.K. Trimurti Award 2025 asal Kabupaten Merauke itu membuat pernyataan mengejutkan. Dalam sebuah video yang viral, Mama Yasinta mengungkapkan kekecewaannya karena wajah dan pernyataannya ditampilkan dalam film “Pesta Babi” tanpa seizin dirinya.
Baca Juga:IHSG dan Berita Saham Indonesia Terbaru 16 Mei 2026: Ambruk 22% Sejak Awal Tahun, Rupiah Tembus Rekor TerlemahPenasaran Jurusan Film dan Televisi? Inilah Gambaran Lengkapnya
“Akhirnya saya sudah telanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka,” ujarnya. Ia bahkan mempertanyakan perlakuan yang diterimanya dengan nada pedih, “Apakah saya ini boneka atau ukiran Asmat?”.
Lebih lanjut, Yasinta mengaku kini sudah tidak lagi bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pusaka dan memilih mendukung perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Ia juga memohon bantuan lapangan kerja bagi ketiga anaknya.
Respons Dandhy: “Setiap Orang Berhak Membuat Pilihan”
Menanggapi hal ini, Dandhy Laksono mengunggah pernyataan melalui akun media sosialnya pada Senin (25/5/2026). Dalam pernyataannya, ia sama sekali tidak menyalahkan Mama Yasinta atau menyudutkan pihak manapun. Ia justru menekankan agar publik bersikap hati-hati.
“Kawan-kawan semua, kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Yasinta Moiwend di pedalaman Papua sana. Apa pun yang muncul di media sosial, sepertinya kita perlu menahan diri untuk tidak menghakimi beliau,” tulis Dandhy.
