RADARCIREBON.TV – Momentum Iduladha tentu identik dengan konsumsi aneka olahan daging kurban. Mulai dari sate, gulai, rendang, hingga sop, semuanya menggoda selera.
Namun di balik kenikmatannya, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola konsumsi dan cara pengolahan daging. Tujuannya agar tidak memicu gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengungkapkan, konsumsi daging secara berlebihan, terutama yang tinggi lemak dan kolesterol, berisiko meningkatkan tekanan darah, kolesterol tinggi, hingga asam urat.
Baca Juga:Olahan Daging Kurban Naik Kelas! Yuk Coba 6 Resep ala Jepang yang Bikin NagihBelanja Lebih Irit! Daftar Promo Superindo Hari Ini 8 April 2026, Dari Susu Hingga Daging Diskon Sampai 35%
Pengolahan daging yang tepat menjadi salah satu langkah penting agar konsumsi daging kurban tetap sehat dan aman bagi tubuh, ujarnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (26/5/2026).
Lantas, bagaimana cara mengolah daging kurban yang sehat? Simak panduan lengkapnya di bawah ini.
Metode Memasak yang Sehat
Dalam mengolah daging, Devi menjelaskan bahwa masyarakat lebih dianjurkan menggunakan metode memasak yang sehat. Beberapa di antaranya adalah:
- Merebus, Metode ini tidak membutuhkan tambahan minyak dan mampu mempertahankan sari daging. Cocok untuk membuat sop atau kaldu.
- Mengukus, Daging yang dikukus cenderung lebih empuk dan tidak kehilangan banyak nutrisi. Cara ini juga sangat minim lemak.
- Memanggang, Pilih metode panggang tanpa minyak atau dengan sedikit minyak sehat. Hindari memanggang hingga gosong karena bisa menghasilkan zat karsinogenik.
- Membuat sup bening, Sup dengan kuah bening lebih sehat dibandingkan santan. Tambahkan banyak sayuran untuk menambah serat.
- Menumis dengan sedikit minyak, Jika ingin menumis, gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa dalam jumlah sedikit.
Metode Memasak yang Perlu Dibatasi
Di sisi lain, Devi juga mengingatkan beberapa metode memasak sebaiknya dibatasi karena dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Daging yang digoreng, terutama dengan minyak banyak dan suhu tinggi, akan menyerap banyak lemak. Ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Penggunaan santan berlebihan juga perlu diwaspadai. Santan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Jika dikombinasikan dengan daging yang juga berlemak, kadar kolesterol bisa melonjak drastis.
Daging yang dibakar hingga hangus atau gosong juga sebaiknya dihindari. Bagian yang gosong mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik atau bisa memicu kanker.
