Di tengah ancaman kekeringan, petani di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon mengeluhkan serangan hama wereng cokelat serta minimnya pendampingan dari penyuluh pertanian. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menegaskan penyuluh tetap melakukan koordinasi dan pemantauan melalui balai penyuluh pertanian atau BPP.
Di tengah ancaman kekeringan, petani di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon mengeluhkan serangan hama wereng cokelat serta minimnya pendampingan dari penyuluh pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Apip Sirojudin, menyatakan penyuluh pertanian tetap menjalankan tugas melalui koordinasi rutin dengan kelompok tani dan Balai Penyuluh Pertanian di masing-masing wilayah.
Baca Juga:Warga Kampung Pecantilan Tawangsari Berharap Jembatan Segera Diperbaiki – VideoKPM UI BBC Usung AI Dan Kearifan Lokal Untuk Bangun Desa Berdampak – Video
Menurut Apip, Dinas Pertanian setiap bulan menggelar rapat koordinasi untuk memetakan berbagai permasalahan di lapangan, mulai dari kekeringan, gangguan irigasi, hingga serangan organisme pengganggu tanaman.
Terkait keluhan petani yang mengaku belum mendapat pendampingan, Apip menduga terdapat kendala komunikasi antara masyarakat dengan penyuluh di tingkat wilayah. Pihaknya memastikan penanganan hama wereng terus dikoordinasikan dengan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan atau POPT dari provinsi.
Dinas Pertanian juga menegaskan belum ada riset khusus terkait serangan hama di Desa Wanakaya. Namun pemetaan kondisi pertanian dilakukan berdasarkan laporan penyuluh, data historis, serta koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait.
Pihaknya berharap koordinasi antara penyuluh, POPT, dan kelompok tani dapat semakin diperkuat agar setiap serangan hama maupun dampak kekeringan dapat ditangani lebih cepat sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.