Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi para pedagang perlengkapan bakar sate di Kabupaten Cirebon. Penjualan arang dan tusuk sate meningkat seiring tradisi masyarakat mengolah daging kurban bersama keluarga.
Momentum Hari Raya Iduladha dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, dan mengolah daging kurban bersama keluarga. Tradisi tersebut turut membawa berkah bagi para pedagang perlengkapan bakar sate, seperti arang dan tusuk sate.
Di kawasan Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, lapak milik Adi ramai didatangi pembeli sejak pagi hari. Berbagai kebutuhan untuk membakar sate dijual dengan harga terjangkau, mulai dari arang, tusuk sate, hingga alat pembakaran arang.
Baca Juga:Potret Pilu Warga Desa Ambulu yang Terpaksa Berdamai dengan Bencana – Video60 Persen Pemukiman Warga Terancam Tenggelam – Video
Adi mengaku mulai berjualan sejak pagi. Menurutnya, jumlah pembeli biasanya meningkat menjelang sore hari, saat masyarakat mulai mempersiapkan acara bakar sate bersama keluarga maupun kerabat.
Hingga siang hari, sekitar 50 bungkus arang dan 30 ikat tusuk sate telah terjual. Ia memperkirakan angka penjualan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas warga pada sore hingga malam hari.
Sementara itu, harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong, yakni lima ribu rupiah per bungkus arang, maupun per ikat tusuk sate, sehingga diminati masyarakat.