Meroketnya harga bahan pokok membuat para pedagang kecil khususnya penjual gorengan menjerit. Pasalnya, mereka dipaksa menambah modal disaat omsetnya anjlok lantaran sepi pembeli.
Kondisi pedagang jajanan gorengan sedang tidak baik-baik saja. Selain dibuat bingung dengan ukuran dan harga jual, merekapun dilanda keresahan dikarenakan jajanan legendaris itu mulai menepi, alias sepi pembeli.
Kondisi melemahnya rupiah hingga gejolak politik di Timur Tengah, membuat harga-harga bahan pokok kian meroket tanpa henti. Akibatnya, para pedagang kecil khususnya pedagang gorengan, dipaksa untuk mengeluarkan modal tambahan agar gerobaknya tetap berfungsi untuk berjualan.
Baca Juga:Alat Berat Rusak, TPA Gunungsantri Terancam Over Kapasitas – VideoUsulan Perbaikan Rutilahu Tembus 13 Ribu Unit – Video
Sayang, kondisi barang serba mahal, tidak dibarengi dengan meningkatnya penjualan. Bahkan, omset penjualan gorengan di sejumlah titik di Kota Cirebon menurun perlahan dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, para pedagang gorengan maupun masyarakat secara umum, dituntut harus mulai terbiasa dengan istilah “ganti harga”, karena sejumlah bahan pokok alami kenaikan harga.