Di tengah membludaknya pendaftar, masalah distribusi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah sekolah asal tingkat SMP di wilayah Ciayumajakuning disebut belum sepenuhnya menerima hasil nilai TKA dari Dinas Pendidikan.
Hal ini membuat banyak orang tua kebingungan menentukan strategi, karena nilai TKA adalah komponen penting dalam seleksi. Beberapa sekolah memang sudah mulai membagikan data tersebut, namun belum merata. Situasi inilah yang memaksa orang tua untuk datang langsung ke sekolah tujuan guna berkonsultasi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cirebon, Deddy Setiawan, membenarkan lonjakan signifikan di hari-hari terakhir. Ia berharap pendaftaran tetap berlangsung sesuai jadwal, yaitu 25-29 Mei, tanpa perpanjangan.
Baca Juga:Pendaftar Sekolah Maung SMAN 2 Kota Cirebon Memenuhi Kuota – VideoNilai TKA 2026 Ungkap Perbedaan Sekolah Negeri dan Swasta, SD Swasta Justru Lebih Unggul
“Kami belum mendengar informasi resmi soal perpanjangan waktu. Mudah-mudahan sesuai juknis berjalan lancar,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukan melayani verifikasi.
Orang Tua Mulai Ubah Strategi di Menit Terakhir
Seiring dengan semakin sempitnya peluang di jalur rapor, banyak wali murid mulai mengubah strategi. Mereka memanfaatkan sisa waktu sebelum penutupan untuk berkonsultasi soal kemungkinan perpindahan jalur.
Budi, seorang orang tua asal Kecamatan Bima, Kota Cirebon, mengaku datang langsung untuk meminta saran. Ia masih mempertimbangkan apakah akan memilih jalur IQ, prestasi rapor, akademik, atau non-akademik.
“Kami masih mempertimbangkan semuanya. Informasi dari sekolah langsung sangat membantu,” ujar Budi.
Ada Kesempatan Kedua bagi yang Tidak Lolos
Bagi peserta yang gagal di seleksi Sekolah Maung, tidak perlu putus asa. Panitia telah menyiapkan masa transisi elektronik selama 14 jam setelah pengumuman hasil seleksi pada 8 Juni 2026 nanti.
Dalam periode tersebut (pukul 10.00 hingga 24.00 WIB), akun peserta yang tidak lolos akan diaktifkan kembali. Mereka bisa segera melakukan migrasi data ke sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) reguler. Ini adalah kesempatan kedua untuk tetap bisa masuk ke sekolah negeri favorit.
Dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi tahun ini, para calon siswa dan orang tua diimbau untuk lebih teliti membaca aturan dan jeli memilih jalur yang sesuai dengan kemampuan serta peluang terbaik.
