Profil Rifaldy Fajar Alumnus UNY dengan Segudang Prestasi Kini Terseret Kasus Dugaan Riset Palsu di Kopenhagen

Rifaldy Fajar
Rifaldy Fajar, alumnus UNY berprestasi yang kini terseret kasus dugaan riset palsu di konferensi ISSPD 2026 Kopenhagen - @ukmfmatriks
0 Komentar

Publikasi Jurnal Ilmiah yang Masif

Sosok Rifaldy Fajar juga tercatat sebagai peneliti yang produktif. Namanya terdaftar di Google Scholar dengan puluhan publikasi jurnal dan dokumen ilmiah yang terbit dari tahun 2014 hingga 2026. Salah satu judul jurnal yang pernah ia terbitkan adalah “Machine Learning-Driven Diagnosis of Hemoglobin E Disorders: Utilizing Automated Hematology Analyzers for Precise Morphological Identification in Southeast Asia”.

Publikasi yang masif ini menjadi salah satu alasan mengapa ia dan koleganya dipercaya untuk tampil di konferensi internasional bergengsi tersebut.

Kasus Dugaan Riset Palsu Terbongkar di Kopenhagen

Konferensi ISSPD 2026 yang digelar di Kopenhagen menjadi titik balik dari reputasi akademik yang selama ini ia bangun. Dua dosen sekaligus peneliti Indonesia, Wa Ode Dwi Daningrat dan Ida Bagus Mandhara Brasika, yang turut hadir dalam konferensi tersebut, mencurigai adanya kejanggalan dari materi yang dipresentasikan oleh Rifaldy dan dua rekannya, Prihantini serta Rini Winarti.

Baca Juga:Pendaftaran Sekolah Maung di Cirebon Membludak, Banyak Orang Tua Ubah Strategi di Menit Terakhir7 Cafe Hidden Gem di Cirebon yang Lagi Hits: Suasana Estetik, Adem, dan Cocok Buat WFC

Mereka menyadari bahwa isi materi yang dipresentasikan dinilai tidak masuk akal. Data dan gambar yang ditampilkan diduga kuat dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), bukan merupakan hasil riset nyata yang dilakukan di laboratorium.

“Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga,” tulis akun Thread @mandharabrasika yang pernyataannya langsung viral di media sosial.

Diduga Mengatasnamakan Lembaga dan Kampus

Ketiga oknum tersebut diduga menggunakan nama lembaga Al-BioMedicine Research Group, IMDS-BioMed Research Foundation di Jakarta, serta mencatut nama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai identitas pendukung dalam presentasi mereka. Langkah ini diduga sengaja dilakukan agar riset palsu mereka terlihat kredibel dan meyakinkan para ilmuwan dunia yang hadir.

Tujuan utama dari aksi ini pun diduga jelas: untuk mendapatkan dana hibah (grant), hadiah dari ajang ilmiah, serta fasilitas perjalanan ke luar negeri secara gratis. Jika benar demikian, maka ini adalah tindakan yang sangat merugikan dunia akademik Indonesia.

Akademisi Denmark: Ini Fenomena Gunung Es

Alif Firman Firdausy, akademisi asal Denmark yang tengah menempuh studi S3 di Aarhus University, menyayangkan adanya dugaan pemalsuan riset yang dilakukan oknum Indonesia. Ia menegaskan bahwa para ilmuwan sejati harus memegang teguh kode etik dalam melakukan penelitian apa pun.

0 Komentar