RADARCIREBON.TV – Informasi mengenai Gerhana Matahari Total yang disebut akan terjadi pada 12 Juni 2026 ramai beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Namun, astronom amatir Marufin Sudibyo memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh perhitungan astronomi.
Menurut Marufin, tidak ada fenomena gerhana matahari yang terjadi pada tanggal tersebut. Ia menegaskan bahwa posisi Bulan dan Matahari pada 12 Juni 2026 tidak memenuhi syarat utama untuk memunculkan gerhana matahari.
Tidak Ada Gerhana Matahari pada 12 Juni 2026
Marufin menjelaskan bahwa sebuah gerhana matahari hanya dapat terjadi jika dua syarat astronomis terpenuhi secara bersamaan.
Baca Juga:Tiga Film Horor Sekaligus Hadir di Netflix, Ini Daftar Film Indonesia Juni 2026Gerhana Matahari 2026-2027: Siapkan Rencana untuk Fenomena Langka yang Tak Boleh Dilewatkan
Karena itu, klaim yang menyebut akan terjadi Gerhana Matahari Total pada 12 Juni 2026 tidak sesuai dengan kondisi astronomi yang sebenarnya.
Dua Syarat Utama Terjadinya Gerhana Matahari
Syarat pertama adalah terjadinya konjungsi antara Bulan dan Matahari. Sementara itu, syarat kedua mengharuskan elongasi Bulan saat konjungsi berada di bawah 0,5 derajat.
Menurut Marufin, kedua syarat tersebut tidak terpenuhi pada 12 Juni 2026. Bahkan, konjungsi Bulan dan Matahari baru terjadi beberapa hari kemudian, tepatnya pada 15 Juni 2026 pukul 09.56 WIB.
Namun, saat konjungsi berlangsung, elongasi Bulan tercatat mencapai 4,6 derajat. Angka tersebut jauh melampaui batas yang diperlukan untuk memunculkan gerhana matahari.
Karena itu, posisi Bulan dan Matahari pada 12 Juni 2026 tidak memungkinkan terjadinya fenomena gerhana.
Gerhana Matahari Total Akan Terjadi pada Agustus 2026
Meski informasi yang beredar untuk Juni 2026 tidak benar, Marufin membenarkan bahwa Gerhana Matahari Total memang akan terjadi pada tahun yang sama.
Namun, fenomena tersebut berlangsung pada 12 Agustus 2026, bukan pada Juni seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Baca Juga:Update Harga Emas Antam 2 Juni 2026: Akankah Ikut Turun Setelah Emas Dunia Melemah?Singapore Open 2026 Berakhir, Fajar/Fikri Runner-up dan Indonesia Nihil Gelar
Wilayah Pengamatan Sangat Terbatas
Marufin menyebut dua syarat terjadinya gerhana matahari akan terpenuhi pada 12 Agustus 2026. Pada tanggal itulah Gerhana Matahari Total benar-benar akan terjadi.
Meski begitu, wilayah yang dapat menyaksikan fenomena tersebut sangat terbatas. Area gerhana hanya mencakup sebagian wilayah Amerika Utara, Afrika bagian barat, serta sebagian kawasan Eropa.
Selain itu, lintasan totalitas gerhana hanya melintasi Greenland dan Islandia.
