Jangan Asal Minum Lagi! Ini Batas Aman Air Kemasan yang Sudah Dibuka

Pada dasarnya, minuman kemasan yang sudah dibuka memiliki risiko lebih besar terkontaminasi bakteri.
Minuman kemasan yang sudah dibuka punya batas aman konsumsi. Simpan dengan benar agar tetap aman diminum. gambar : ilustrasi.geminiAI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Banyak orang tidak langsung menghabiskan minuman botol kemasan dalam sekali minum. Sisa minuman biasanya disimpan di kulkas atau diletakkan begitu saja untuk diminum kembali beberapa jam kemudian, bahkan keesokan harinya. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar aman bagi kesehatan?

Pada dasarnya, minuman kemasan yang sudah dibuka memiliki risiko lebih besar terkontaminasi bakteri. Karena itu, cara penyimpanan dan lamanya minuman dibiarkan setelah kemasan dibuka menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi.

Batas Aman Minum Air Kemasan yang Sudah Dibuka

Ketahanan minuman botol setelah dibuka tidak selalu sama. Hal ini dipengaruhi oleh jenis minuman serta proses produksinya.

Baca Juga:Harga Air Minum Kemasan Plastik Mulai Naik! UMKM Terancam Gara-Gara Plastik LangkaBegini Cara Menentukan Kebutuhan Cairan Harian, Tidak Selalu Harus 2 Liter

Menurut ahli teknologi pangan sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan, Profesor Hardinsyah, minuman kemasan seperti teh botol yang sudah dibuka sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari dua hari, dengan catatan disimpan di dalam kulkas.

Artinya, jika masih ada sisa minuman dalam botol, sebaiknya segera simpan di suhu dingin dan habiskan sebelum melewati batas waktu tersebut agar kualitasnya tetap terjaga.

Mengapa Minuman yang Sudah Dibuka Mudah Terkontaminasi?

Bakteri Bisa Berasal dari Mulut

Setelah tutup botol dibuka, risiko masuknya bakteri ke dalam minuman menjadi lebih tinggi. Peluang kontaminasi akan semakin besar apabila minuman dikonsumsi langsung dari botol.

Saat bibir menyentuh mulut botol, bakteri alami yang terdapat di dalam mulut dapat berpindah ke minuman. Kondisi ini membuat minuman menjadi lebih mudah tercemar jika disimpan terlalu lama sebelum diminum kembali.

Hardinsyah menjelaskan bahwa penggunaan sedotan dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi. Jika sedotan digunakan lalu dibuang setelah selesai minum, sisa minuman yang kemudian disimpan di dalam kulkas memiliki kemungkinan lebih rendah terpapar bakteri dibandingkan minuman yang diminum langsung dari botol.

Susu Memiliki Aturan Penyimpanan yang Berbeda

Sebaiknya Dihabiskan pada Hari yang Sama

Tidak semua minuman memiliki daya simpan yang sama setelah kemasannya dibuka. Untuk susu, batas amannya jauh lebih singkat dibandingkan minuman lain.

Menurut Hardinsyah, susu sebaiknya dihabiskan dalam waktu 24 jam atau lebih baik lagi pada hari yang sama setelah kemasan dibuka. Hal ini karena susu lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga risiko kontaminasinya lebih tinggi.

0 Komentar