RADARCIREBON.TV – Kinerja Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon kembali menjadi perhatian publik. Ketua Tim Pemenangan Beriman pada Pilkada Kabupaten Cirebon, Bambang Mujiarto ST, menilai perusahaan daerah tersebut belum menunjukkan perkembangan yang sepadan dengan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Cirebon.
Menurut Bambang, berakhirnya masa jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Jati harus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Selain itu, proses pergantian pimpinan dinilai perlu menghadirkan sosok yang memiliki kompetensi, profesionalisme, dan visi yang jelas untuk membawa perusahaan berkembang lebih cepat.
Bambang Soroti Performa PDAM Tirta Jati
Bambang menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk menyerang pemerintah daerah. Sebaliknya, ia mengaku ingin mendorong perbaikan terhadap salah satu aset strategis milik Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Targetkan 50 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Jati – VideoJabatan Dirut PDAM Tirta Jati Segera Berakhir – Video
Menurutnya, keberhasilan perusahaan daerah air minum tidak hanya diukur dari kondisi keuangan. Jangkauan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi indikator penting yang harus diperhatikan.
Kabupaten Cirebon memiliki wilayah yang luas dengan jumlah penduduk yang besar. Karena itu, Bambang menilai PDAM Tirta Jati seharusnya mampu berkembang menjadi perusahaan daerah dengan skala yang lebih besar dan cakupan layanan yang semakin luas.
Jumlah Pelanggan Dinilai Belum Mencerminkan Potensi Daerah
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah jumlah pelanggan PDAM Tirta Jati yang hingga saat ini masih berada di bawah angka 50 ribu sambungan.
Menurut Bambang, kondisi tersebut belum mencerminkan potensi pasar yang tersedia di Kabupaten Cirebon. Padahal, wilayah ini memiliki ratusan desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.
Selain itu, ia menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang menyebabkan pertumbuhan pelanggan berjalan lambat. Faktor tersebut dapat berasal dari manajemen perusahaan, strategi pengembangan jaringan distribusi, pelayanan pelanggan, maupun aspek lainnya.
Seleksi Direktur Utama Harus Transparan dan Profesional
Bambang juga menyoroti proses pemilihan Direktur Utama PDAM Tirta Jati yang akan datang. Ia meminta agar proses seleksi dilakukan secara terbuka dan mengutamakan kompetensi.
Menurutnya, posisi strategis tersebut harus diisi oleh figur yang memahami tata kelola perusahaan, pelayanan publik, pengembangan bisnis air minum, hingga strategi memperluas jumlah pelanggan.
