Dugaan praktik penipuan pembayaran dam dan badal haji saat pelaksanaan ibadah haji menjadi perhatian aparat dan Kementerian Agama. Sejumlah pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut kini tengah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Momen yang dinantikan keluarga akhirnya tiba, jamaah haji Indonesia mulai kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Arab Saudi, termasuk jemaah kloter KJT 12 dan 13 asal Purwakarta dan Cirebon yang tiba pada Rabu sore.
Di tengah kepulangan jemaah, muncul dugaan penipuan terkait pelaksanaan dam dan badal haji yang melibatkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU di Jawa Barat. Kasus yang sempat menjadi perhatian publik itu kini masih dalam tahap pendalaman oleh kepolisian.
Baca Juga:BK Undang DPD Dan Fraksi Nasdem Terkait Dugaan Pelanggaran Etik HSG – VideoTPA Gunung Santri Tutup, Pengelolaan Sampah Terganggu – Video
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, pihaknya bersama kepolisian masih mengklarifikasi keterangan dari jemaah dan penyelenggara terkait dugaan persoalan tersebut. Hingga kini, tujuh orang telah dimintai keterangan terdiri dari jemaah, pengurus KBIHU dan perangkat kloter yang mengetahui langsung peristiwa yang diperiksa.
Sementara, Kementerian Agama menegaskan proses klarifikasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan akhir. Seluruh pihak yang diperiksa diminta memberikan keterangan sesuai fakta agar kasus tersebut dapat diungkap secara jelas dan transparan.