Surga Kuliner Tersembunyi: 5 Sajian Legendaris Cirebon Selain Empal Gentong dan Nasi Jamblang

kuliner cirebon
Deretan 5 kuliner legendaris Cirebon yang wajib dicoba, mulai dari Mie Koclok hingga Sate Kalong. | Foto: pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Empal gentong dan nasi jamblang memang jadi ikon kuliner Cirebon yang paling populer. Tapi kalau Anda pikir hanya dua makanan itu yang layak dicicipi di Kota Udang, Anda bisa melewatkan banyak hidangan legendaris lainnya. Dari mi berkuah santan kental hingga sate daging kerbau yang unik, Cirebon menyimpan kekayaan rasa yang sayang untuk dilewatkan .

Kali ini, RADARCIREBON.TV merangkum 5 kuliner khas Cirebon yang tak kalah nikmat, wajib masuk daftar perjalanan kuliner Anda di kota yang dijuluki sebagai kota udang.

1. Mie Koclok: Gurih Santan yang Melekat di Lidah

Pertama, ada Mie Koclok. Berbeda dengan mi ayam biasa, hidangan ini memakai kuah santan kental yang dimasak dengan kaldu ayam sehingga rasanya gurih dan creamy. Mi yang digunakan adalah mi kuning tebal yang kenyal, lalu ditambah suwiran ayam, irisan kol, tauge, telur rebus, dan daun bawang .

Baca Juga:Asal Usul Empal Asem Cirebon: Hidangan Segar dari Akulturasi Budaya dan Inovasi KulinerKisah Menarik Asal Usul Bakso: Perjalanan Kuliner yang Mendunia

Jika Anda penasaran, Mie Koclok legendaris bisa ditemukan di warung Mang Sam yang sudah berdiri sejak 1951. Tempat ini dikenal sebagai pionir hidangan ini. Sajian malam hari ini cocok sebagai santapan hangat setelah seharian beraktivitas .

2. Docang: Kuah Oncom yang Nikmat di Mulut

Ada Docang, yang mungkin namanya terdengar asing. Docang adalah hidangan berbahan dasar lontong, tauge, dan daun singkong yang disiram kuah dage atau oncom (tempe fermentasi) . Proses memasak kuahnya menggunakan kaldu daging sapi bersama bumbu halus, lalu ditambahkan parutan kelapa dan parutan oncom yang membuat rasanya gurih dan kaya. Biasanya disantap dengan potongan lontong, kerupuk, dan sambal. Rasanya gurih dan hangat. Bisa dicari di warung tradisional di kawasan Pasar Kanoman .

3. Tahu Gejrot: Pedas Manis Asam, Sensasi Segar yang Memikat

Bagi pencinta jajanan tradisional, Tahu Gejrot wajib hukumnya dicoba. Namanya “gejrot” berasal dari bahasa Cirebon yang berarti digejrot atau diulek, karena proses penyajiannya yang unik. Tahu goreng yang sudah dipotong-potong disiram dengan kuah siraman yang terbuat dari campuran bawang, cabai rawit, gula merah, dan cuka .

Hasilnya adalah perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan gurih yang meledak di mulut. Tahu gejrot banyak dijajakan di pinggir jalan dengan gerobak kecil, terutama di sekitar Pasar Kanoman dan alun-alun kota .

0 Komentar