Menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak, Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan stok beras cadangan pemerintah dalam kondisi aman dan mencukupi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak berpotensi diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Berkaitan dengan itu, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi menjelaskan, hingga saat ini stok beras cadangan pemerintah yang berada di gudang Bulog mencapai 239 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari satu tahun ke depan. Dengan ketersediaan stok yang aman, Bulog optimistis tidak akan terjadi kelangkaan beras yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
Baca Juga:Peresmian Sekretariat IARMI Cirebon – VideoDolanan Tradisional Kembali Dikenalkan – Video
Menurut Imam Mahdi, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menyusul adanya isu penyesuaian harga BBM yang berpotensi mendorong inflasi serta meningkatkan biaya distribusi pangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon. Bulog menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan tersebut dapat selesai paling lambbat pada 19 Juni 2026.
Selain memastikan ketersediaan stok dan percepatan bantuan pangan, Bulog Cabang Cirebon juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, maupun laporan terkait penyaluran bantuan pangan.
Masyarakat dapat mendatangi langsung kantor Perum Bulog Cabang Cirebon maupun menghubungi layanan call center di 0813-7070-4433 pada hari dan jam kerja.
Melalui langkah-langkah tersebut, Perum Bulog Cabang Cirebon berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.