RADARCIREBON.TV – Kabar menggembirakan datang dari pasar keuangan Tanah Air. Nilai tukar rupiah berhasil menunjukkan performa perkasa pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi. Mata uang Garuda berhasil menembus level bawah Rp17.700, menghentikan laju dolar Amerika Serikat yang beberapa waktu lalu sempat meroket.
Berdasarkan pantauan Radar Cirebon TV pada pukul 10.00 WIB, dolar AS terpantau bergerak di kisaran Rp17.681 hingga Rp17.689 per dolar AS . Angka ini mengonfirmasi bahwa rupiah sedang dalam tren penguatan.
Penguatan kali ini cukup signifikan mengingat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah masih berkutat di level yang lebih tinggi. Kini, rupiah sukses terapresiasi berkat sentimen positif dari sektor geopolitik global.
Baca Juga:Menkeu Purbaya: Rupiah Mulai Menguat Juli, Target Rp16.800 di 2027HMI Dorong Sinergi BI Dan Pemda Hadapi Dampak Pelemahan Rupiah – Video
Faktor Pendorong: Ada Harapan Damai di Timur Tengah
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa penguatan rupiah pagi ini tidak lepas dari meningkatnya optimisme pasar terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah. Hal ini memicu sentimen risk-on (berani mengambil risiko) dan penurunan pada harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman .
Pasar sedang gembira menyusul laporan yang menyebutkan bahwa kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kata sepakat. Ini membuat indeks dolar AS ikut tertekan. Mengutip dari kantor berita Iran, Mehr, rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington akan segera disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) .
Rupiah Stabil di Rentang 17.700 – 18.100
Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual memprediksi bahwa dalam jangka pendek, pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp17.700 hingga Rp18.100 per dolar AS.
David menjelaskan bahwa saat ini ada dua faktor besar yang mempengaruhi. Dari sisi eksternal, perkembangan konflik Timur Tengah masih menjadi perhatian utama. Sementara dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid untuk menahan gejolak .
Kondisi Domestik Turut Bantu Stabilitas
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah sudah menunjukkan tren penguatan dengan naik 129 poin (0,71%) ke level Rp17.860 per dolar AS .
