Rupiah Akhir Pekan Menguat ke Rp 18.022, Tertahan di Bawah Level Psikologis! 2 Sektor Jadi Pendorong

Kurs dolar rupiah
Kurs dolar rupiah Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri pekan dengan catatan positif. Pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), mata uang Garuda menguat ke level Rp 18.022 per dolar AS, melonjak 89 poin atau 0,49 persen dari posisi sebelumnya Rp 18.111 .

Penguatan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di Asia Tenggara setelah peso Filipina . Meski berhasil mendekati level psikologis, rupiah masih tertahan di bawah angka Rp 18.000 .

2 Sektor Jadi Pendorong Penguatan Rupiah

Analis mengungkapkan ada dua sektor utama yang mendorong penguatan rupiah hari ini:

1. Intervensi BI dan Putusan MK

Baca Juga:Harga Emas Antam 31 Juli 2026 Naik Rp 7.000, Buyback Melesat Rp 17.000! Cek Daftar LengkapnyaSamsung Galaxy Z Fold8 vs iPhone Foldable: Mana yang Lebih Siap Hadapi Era AI dan Multitasking?

Bank Indonesia (BI) melakukan aksi intervensi di pasar untuk menstabilkan nilai tukar . Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisahkan dari alokasi 20 persen anggaran pendidikan dinilai sebagai langkah positif yang memperkuat reformasi tata kelola fiskal .

2. Data Ekonomi AS dan Pelemahan Dolar

Dari eksternal, indeks dolar AS tertekan setelah rilis data inflasi inti PCE AS yang hanya naik 0,1 persen secara bulanan pada Juni 2026, lebih rendah dari ekspektasi 0,2 persen . Data PDB AS kuartal II-2026 yang melambat ke 1,5 persen juga menahan kekuatan dolar global .

Kurs Acuan dan Perbandingan Regional

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 18.078 per dolar AS . Sementara kurs e-Rate Bank BCA, harga beli berada di Rp 17.990 dan harga jual di Rp 18.080.

Apresiasi rupiah juga sejalan dengan penguatan bursa saham Asia yang melonjak setelah saham-saham teknologi global, seperti Microsoft dan Amazon, mencatatkan kinerja impresif .

Proyeksi Pekan Depan

Untuk perdagangan Senin (3/8/2026), analis memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan potensi pelemahan di rentang Rp 18.020 hingga Rp 18.070 per dolar AS .

Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk blokade di Selat Hormuz, serta prospek suku bunga The Fed masih menjadi sentimen yang perlu diwaspadai .

0 Komentar