Masa panen perdana di tengah kenaikan harga gabah memberikan keuntungan bagi petani di desa Tegalkarang kabupaten Cirebon.
Petani di desa Tegalkarang kabupaten Cirebon mulai melakukan panen perdana padi. Hasil panen langsung dimasukkan ke dalam mesin thresher untuk memisahkan bulir gabah dari batang padi secara lebih cepat dan efisien.
Setelah diproses, gabah hasil panen diangkut dan ditimbang sebelum dijual. Petani menyebut harga gabah saat ini jauh lebih baik dibandingkan musim panen sebelumnya.
Baca Juga:Alat Berat Rusak, TPA Gunungsantri Terancam Over Kapasitas – VideoUsulan Perbaikan Rutilahu Tembus 13 Ribu Unit – Video
Ketua Gapoktan Tani Makmur Muslim Rojai mengatakan harga gabah di tingkat petani saat ini mencapai sekitar tujuh ribu tiga ratus rupiah per kilogram. Berbeda dengan beberapa tahun lalu saat harga gabah sempat berada di bawah harga pokok pembelian pemerintah.
Kebijakan harga dasar gabah yang diterapkan pemerintah melalui Bulog dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sehingga lebih menguntungkan bagi mereka.
Sementara, di desa Tegalkarang luas lahan pertanian mencapai seratus dua puluh lima hektare, dan sebagian besar sawah kini memasuki masa panen. Namun, petani juga langsung memulai menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.
Dalam satu hektare lahan, produktivitas panen rata-rata mencapai enam hingga tujuh ton gabah. Selain budidaya tanaman pangan, kelompok tani di wilayah tersebut juga mengembangkan usaha peternakan sapi dan domba yang terintegrasi dengan sektor pertanian.
Jerami sisa panen dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung kebutuhan lahan pertanian.