Kerusakan alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Gunungsantri kabupaten Cirebon dikeluhkan oleh petugas. Tidak beroperasinya alat berat berimbas pada penumpukan sampah, terlebih TPA Gunungsantri sudah ditutup.
Kerusakan alat berat di TPA Gunungsantri kabupaten Cirebon berdampak langsung pada terganggunya pelayanan persampahan di wilayah barat kabupaten Cirebon.
Akibat kendala alat berat, proses pengolahan dan perataan sampah di TPA menjadi tersendat, sehingga pengangkutan sampah dari sejumlah tempat pembuangan sementara atau TPS tidak berjalan maksimal.
Baca Juga:Wacana TPS Terpadu Lemahabang Masih Menunggu Kajian – VideoDPKPP Gerak Cepat Tangani Hunian Tak Layak Huni di Kemantren – Video
TPA Gunungsantri ini juga sudah ditutup karena habisnya kontrak sewa lahan. Namun DLH berencana membuat kontrak sewa lahan baru, yanf menjadi opsi sementara sebelum dibangunnya TPA baru diwilayah barat Cirebon. Kerurusakan enam alat berat berimbas pada kerawanan kapasitas TPA Gunungsantri yang terancam over kapasitas.
Tak hanya menghadapi masalah peralatan, TPA Gunungsantri saat ini juga terancam mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Cirebon menyebut TPA seluas sekitar lima hektare tersebut menerima hingga tiga ratus ton sampah per hari dan kondisinya kini sudah mendekati batas daya tampung.
Sementara, masa pemanfaatan lahan TPA Gunungsantri juga telah berakhir dan pemerintah kabupaten Cirebon tengah menyiapkan lokasi baru untuk relokasi fasilitas pengolahan sampah. Pemkab Cirebon berencana memperpanjang pemanfaatan TPA Gunungsantri sebagai masa transisi sampai TPA baru siap dioperasikan.
Pemerintah kabupaten Cirebon berupaya mempercepat penyiapan lokasi pengganti TPA Gunungsantri sekaligus menangani kerusakan alat berat yang saat ini menghambat pengelolaan sampah. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah krisis persampahan dan mengantisipasi risiko over kapasitas di TPA Gunungsantri.