Mahasiswa Demo Program MBG Dan KDMP – Video

Mahasiswa Demo Program MBG Dan KDMP
0 Komentar

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sekuningan menggelar aksi demonstrasi di Sekretariat DPRD pada Rabu siang. Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP, serta tata kelola ekonomi nasional.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sekuningan menggelar aksi demonstrasi di Sekretariat DPRD pada Rabu siang, 17 Juni 2026. Mereka menyampaikan berbagai tuntutan, diantaranya terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP, serta tata kelola ekonomi nasional.

Massa aksi terdiri dari gabungan organisasi, yaitu IMM, PMII, HMI, KAMMI, GMNI, dan BEM Unisa. Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti berbagai kebijakan nasional yang dinilai perlu dievaluasi demi menjamin transparansi, bersih, dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga:PLTU Cirebon Unit Satu Tetap Dukung Ketahanan Energi – VideoHarga Gabah Padi Menguat Saat Masa Panen – Video

Terkait program MBG, mahasiswa mendesak dilakukan reformasi di tubuh Badan Gizi Nasional atau BGN, menyusul munculnya kasus korupsi yang menjerat pimpinan dan sejumlah pejabatnya. Mereka juga menolak dugaan praktik monopoli pasokan bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, serta mendorong pengawasan ketat untuk mencegah markup harga.

Mahasiswa juga menuntut agar pejabat di lingkungan eksekutif, legislatif, maupun institusi lainnya tidak terlibat dalam proyek nasional yang didanai dari APBN. Menurut mereka, hal ini penting untuk mencegah konflik kepentingan dalam pelaksanaan program.

Sementara dalam isu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Mereka menilai KDMP berdampak pada berkurangnya anggaran desa yang dapat memengaruhi pembangunan di wilayah pedesaan.

Rekrutmen pegawai koperasi juga menjadi sorotan. Mahasiswa berharap proses perekrutan dilakukan secara profesional dan mengutamakan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Selain itu, lokasi pendirian koperasi diharapkan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Massa aksi juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga BBM non-subsidi. Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi menekan masyarakat kelas menengah dan bawah.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ini berlangsung tertib. Mahasiswa awalnya berdemo di sekitar gerbang dan menutup Jalan R.E. Martadinata, selanjutnya dialihkan menjadi audiensi di ruang sidang utama DPRD. Kedatangan mahasiswa disambut langsung Ketua DPRD beserta perwakilan fraksi-fraksi.

0 Komentar