Ribuan warga desa Bakung Kidul dan Bakung Lor, kecamatan Jamblang, kabupaten Cirebon, mengikuti tradisi Ngunjung Ki Gede Surang pada malam 1 Suro. Melalui pawai obor menuju situs Ki Gede Surang, masyarakat diajak menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan semangat membangun masa depan tanpa melupakan akar sejarah.
Ribuan warga dari berbagai usia memadati jalanan desa Bakung Kidul dan Bakung Lor, kecamatan Jamblang, kabupaten Cirebon, dalam tradisi Ngunjung Ki Gede Surang yang digelar bertepatan dengan malam 1 Suro.
Dengan membawa obor yang menyala, warga berjalan bersama menuju situs Ki Gede Surang. Cahaya obor yang menerangi jalan menjadi simbol semangat kebersamaan serta penghormatan terhadap para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi saat ini.
Baca Juga:PLTU Cirebon Unit Satu Tetap Dukung Ketahanan Energi – VideoHarga Gabah Padi Menguat Saat Masa Panen – Video
Tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan gotong royong, dan menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah desa.
Ketua Komisi Dua DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto, yang juga merupakan tokoh pemuda desa Bakung Kidul menyampaikan bahwa tradisi dan kemajuan zaman tidak perlu dipertentangkan.
Menurutnya, masyarakat harus mampu menjadikan sejarah sebagai akar kehidupan, sekaligus menatap masa depan dengan pikiran terbuka.
Tradisi Ngunjung Ki Gede Surang, menurut Bambang, bukan hanya sekadar ritual tahunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi agar masyarakat tetap menjaga jati diri di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Melalui momentum malam 1 Suro, masyarakat diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kedekatan dengan Tuhan.
Bagi warga Bakung Kidul dan Bakung Lor, pawai obor menuju situs Ki Gede Surang menjadi pengingat bahwa masa depan yang kuat hanya dapat dibangun dengan menjaga fondasi sejarah, budaya, dan tradisi yang telah diwariskan para pendahulu.