Iket kepala khas Benda Kerep, menjadi salah satu simbol tradisi Islam, sejak para wali yang kini di populerkan ke masyarakat luas. Iket penutup kepala yang dibuat dari kain batik, memiliki nilai potensi pengembangan UMKM yang unggul khas kampung religi Benda, Kota Cirebon.
Kampung Benda Kerep Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti yang berada di wilayah selatan Kota Cirebon, lebih dikenal dengan kampung religi yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal, religius dan syiar agama Islam. Bahkan hingga saat ini tetap mempertahankan, tidak menggunakan alat pengeras suara, dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Namun di balik wilayah religius, Kampung Benda Kerep, memiliki potensi UMKM yang patut di kembangkan, menjadi UMKM unggulan, yakni iket penutup kepala khas Benda Kerep. Iket kepala ini dibuat menggunakan kain batik yang sudah diolah dengan bahan khusus, untuk bisa di bentuk lipatan, kemudian di sesuaikan dengan ukuran kepala.
Baca Juga:Persiapan HUT Ke-81 Ri Di Tengah Efesiensi – VideoHarga Telur Ayam Melejit – Video
Ada beberapa jenis iket kepala khas Benda, yang dibuat oleh pendiri galeri iket Benda Kerep, seperti Iket Kiai Masud Benda Kerep, Iket Pangeran Cakrabuana, dan Iket Kutagara, ketiganya memiliki filosofi masing masing.
Salah satu pembuat iket Benda Kerep Tubagus Mashudin Nur, mengaku awal mulai membuat iket Benda, pada masa covid-19, dari wangsit atau petunjuk, agar iket kepala bisa lebih di kenalkan ke masyarakat luas, dan bisa dipakai oleh berbagai kalangan muslim.
Potensi inipun, menjadi perhatian generasi muda, seperti salah satu mahasiswi yang ingin mengenalkan lebih luas, iket Benda Kerep menjadi UMKM unggulan dan dijadikan peluang oleh oleh kampung religi Benda.
Biasanya untuk membuat satu iket kepala, membutuhkan waktu satu hingga tiga hari, dari proses pemilahan kain, membentuk iket, penjemuran hingga siap di pakai.