Tradisi Ngunjung Pelangon kembali digelar di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap sejarah setempat. Pemerintah kelurahan bersama masyarakat berkomitmen menjaga tradisi tahunan ini dengan melibatkan generasi muda agar nilai-nilai budaya dan sejarah tidak hilang ditelan zaman.
Tradisi Ngunjung Pelangon kembali digelar pada Kamis pagi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Lurah Babakan mengatakan, tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini harus terus dijaga agar tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi penerus.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan kegiatan. Panitia diminta tidak hanya melibatkan para sesepuh, tetapi juga kaum muda agar mereka memahami sejarah dan makna Ngunjung Pelangon sebagai bagian dari identitas masyarakat Babakan.
Baca Juga:PAD Parkir Seret, DPRD Soroti Kinerja Perumda Pasar – VideoDiduga Hendak Kabur Usai Tabrak Motor, Angkot Malah Tabrak Angkot Lain – Video
Dalam rangkaian kegiatan, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan kirab budaya pada pagi hari, di lanjut dengan sukuran tumpeng serta doa bersama dan di malam harinya, digelar tabligh akbar yang menghadirkan penceramah, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan wayang pada malam Sabtu.
Selain menjadi tradisi budaya, Ngunjung Pelangon juga menjadi momentum mengenang sejarah yang berkaitan dengan petilasan Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan. Kawasan Pelangon juga dikenal memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Lurah Babakan menambahkan, makna utama dari Ngunjung Pelangon adalah mempererat persatuan warga sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap lestari. Ia menegaskan pentingnya meneruskan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
Tradisi Ngunjung Pelangon sendiri rutin diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 15 Safar dalam kalender Hijriah. Pemerintah Kelurahan Babakan berharap tradisi ini terus hidup sebagai warisan budaya yang dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.