Pembangunan rumah milik Kasiati dan Suhadi di kelurahan Kemantren, kabupaten Cirebon, kini telah dimulai setelah kondisinya viral dan menjadi perhatian publik. Pihak kelurahan menyebut data keluarga tersebut sempat tercatat sebagai wirausaha, yang diduga menjadi salah satu faktor dalam pemetaan data kesejahteraan.
Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu milik Kasiati dan Suhadi di kelurahan Kemantren, kecamatan Sumber, kabupaten Cirebon, kini telah dimulai setelah kondisinya viral dan menjadi perhatian publik.
Suami Kasiati, Suhadi, membenarkan bahwa proses pembangunan rumahnya sudah berjalan. Saat ini pekerjaan disebut telah memasuki tahap pembangunan pondasi setelah material mulai berdatangan ke lokasi.
Baca Juga:PLTU Cirebon Unit Satu Tetap Dukung Ketahanan Energi – VideoHarga Gabah Padi Menguat Saat Masa Panen – Video
Rumah yang ditempati Suhadi dan keluarganya berdiri di atas tanah warisan keluarga yang dibagi kepada beberapa ahli waris. Selama bertahun-tahun, keluarga ini tinggal di bangunan sederhana dengan kondisi yang semakin memprihatinkan.
Terkait status pekerjaan yang tercatat dalam data pemerintah, pihak kelurahan menyebut keluarga Suhadi sempat masuk dalam kategori wirausaha. Namun Suhadi menegaskan usaha yang pernah dimilikinya sudah lama berhenti beroperasi.
Suhadi mengaku sebelumnya pernah menjalankan usaha pengasapan ikan. Namun usaha tersebut tidak bertahan karena keterbatasan modal dan tingginya harga bahan baku.
Setelah usaha tersebut berhenti, Suhadi kembali menekuni pekerjaan serabutan sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pendapatan yang tidak menentu membuat keluarganya tidak mampu memperbaiki rumah yang ditempati selama ini.
Suhadi berharap pembangunan rumah yang sedang berjalan dapat segera selesai. Sebab selama ini ia dan keluarganya harus bertahan dalam kondisi rumah yang sering kemasukan air saat hujan turun.