Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Mujiarto, S.T., menggelar diskusi terbuka bersama mahasiswa pencinta alam Cirebon dengan mengusung tema “Satu Hati, Satu Bumi: Merawat Alam, Mengawal Kebijakan”. Pertemuan ini mempertemukan wakil rakyat dengan garda terdepan gerakan lingkungan kampus. Di tengah pesatnya pembangunan, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya aktivitas ekonomi, tantangan lingkungan semakin kompleks. Persoalan sampah, pencemaran sungai, berkurangnya ruang terbuka hijau, kerusakan kawasan resapan air, hingga perubahan iklim menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.
Bambang Mujiarto mengungkapkan bahwa saat ini kita tidak bisa bicara pembangunan tanpa bicara keberlanjutan. “Hari ini saya mendengar langsung dari mahasiswa. Mereka bukan hanya orasi, tapi turun langsung menjaga sungai dan menanam pohon. Itu energi yang harus dikawal lewat kebijakan,” ujarnya.
Jawa Barat saat ini menghadapi tekanan serius terhadap kawasan resapan air. Pertumbuhan kawasan permukiman, industri, dan infrastruktur menyebabkan banyak lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah tangkapan air berubah fungsi. Akibatnya, kemampuan tanah menyerap air hujan terus menurun dan risiko banjir semakin meningkat. Luas lahan hijau di Jawa Barat saat ini baru sekitar 40%, sementara idealnya di atas 50% agar fungsi ekologis tetap terjaga.
Baca Juga:Tantangan Nelayan Hadapi Kondisi Cuaca Ekstrem – VideoSMPN 6 Kota Cirebon Siapkan Kuota 352 Calon Siswa Baru – Video
Sementara itu, kondisi lingkungan Cirebon dinilai kritis. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mencatat bahwa Kabupaten Cirebon menghasilkan 1.200 ton sampah per hari, namun daya angkutnya baru 450 ton dan sisanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Belum lagi masalah berkurangnya daerah resapan air dan ancaman banjir.
Mahasiswa memiliki empat peran penting, yaitu sebagai agent of change, control, education, dan conservation. Mahasiswa pun menyatakan siap menjadi mitra DPRD. Perwakilan mahasiswa menyampaikan harapan agar lahir perda sampah yang tegas serta anggaran penghijauan yang tidak dipotong.
Bambang Mujiarto menegaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi kunci, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pihaknya berkomitmen mengawal lahirnya regulasi yang berpihak kepada lingkungan serta mengawasi anggaran program sampah dan konservasi.
Lingkungan hidup bukan sekadar ruang tempat manusia tinggal, melainkan fondasi utama keberlanjutan kehidupan. Air yang kita minum, udara yang kita hirup, tanah yang kita pijak, hingga sumber pangan yang kita konsumsi seluruhnya berasal dari alam. Oleh karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama antara masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan generasi muda.