‎Kabupaten Cirebon Cari Solusi Atasi Krisis Sampah – Video

Kabupaten Cirebon Cari Solusi Atasi Krisis Sampah
0 Komentar

Produksi sampah di Kabupaten Cirebon yang mencapai sekitar 1.200 ton per hari masih menjadi persoalan serius. Keterbatasan kapasitas pengangkutan, dan minimnya pengolahan sampah di tingkat desa membuat ratusan ton sampah belum tertangani setiap hari. Pemerintah Kabupaten Cirebon kini menyiapkan berbagai langkah, termasuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

‎Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyebut produksi sampah mencapai sekitar 1.200 ton setiap hari. Namun, kemampuan penanganan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup bersama masyarakat baru sekitar 400 ton, sehingga masih terdapat sekitar 800 ton sampah yang belum tertangani.

‎Menurutnya, penanganan sampah dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pengangkutan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah atau TPAS, dan pengolahan di tingkat desa. Akan tetapi, dari total 412 desa di Kabupaten Cirebon, baru tiga desa yang mampu mengolah sampah secara mandiri hingga tuntas di wilayahnya.

Baca Juga:Peringati Hari Konservasi Alam Nasional, Indocement Perkuat Pelestarian Habitat Satwa – Video‎DPRD Kabupaten Cirebon Dorong Optimalisasi PAD – Video

‎Selain terbatasnya pengolahan di tingkat desa, proses pengangkutan sampah juga masih menghadapi berbagai kendala, keterbatasan armada, kontainer, hingga alat berat di TPAS menyebabkan proses bongkar muat sampah kerap mengalami antrean, sehingga menghambat pelayanan pengelolaan sampah.

‎Sebagai upaya mencari solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lokasi TPAS Kubangdeleg telah ditinjau sebagai calon lokasi proyek tersebut.

‎Pemerintah daerah berharap program ini dapat segera terealisasi, guna mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan sampah di Kabupaten Cirebon, serta mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan akhir.

0 Komentar