Dalam pernyataan bersama, Iran dan Oman juga menekankan hak kedaulatan atas perairan teritorial mereka di Selat Hormuz. Kedua pihak sepakat untuk mempertahankan dialog melalui kelompok kerja bersama antara kedua kementerian luar negeri guna mencapai kesepakatan tentang pengelolaan navigasi di Selat Hormuz di masa depan.
Rubio: Tak Ada Negara Boleh Pungut Biaya
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sedang melakukan tur regional di Timur Tengah, menegaskan sikap tegas Washington. Rubio mengatakan tidak ada negara, termasuk Iran, yang akan diizinkan untuk memungut biaya tol untuk pelayaran di Selat Hormuz.
“Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tol atau biaya di jalur air internasional,” tegas Rubio di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga:Target Swasembada Energi 4 Tahun, Prabowo: Juli 2026 Launching B50, Impor Solar BerakhirPrabowo di Gorontalo: Hanya di Indonesia Polisi dan Tentara ke Sawah, Ini Jurus Strategis Swasembada Pangan
Rubio menambahkan bahwa AS akan menjamin kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan menegaskan bahwa itu adalah hukum internasional yang berlaku. Ia juga menyatakan yakin bahwa semua negara di kawasan akan setuju dengan sikap tersebut.
Latar Belakang: MoU AS-Iran dan Masa Negosiasi 60 Hari
Klaim Trump dan pernyataan Iran-Oman ini terjadi di tengah proses negosiasi yang kompleks antara AS dan Iran. Kedua negara telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang membuka periode negosiasi 60 hari tentang pencabutan sanksi, program nuklir Iran, dan masa depan Selat Hormuz.
MoU tersebut juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade angkatan laut AS. Namun, poin-poin dalam MoU masih menyisakan ambiguitas, terutama mengenai administrasi selat setelah masa 60 hari berakhir.
Sebelumnya, blokade Iran atas Selat Hormuz selama perang dengan AS-Israel telah menyebabkan harga minyak global melonjak. Namun, lalu lintas kapal mulai meningkat sejak kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani.
Tahukah Anda? Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Ketegangan di selat ini sempat membuat harga minyak global melonjak dan mengguncang pasar energi dunia. Meskipun Trump mengklaim Iran telah menjamin bebas biaya, pernyataan bersama Iran-Oman justru menunjukkan adanya rencana pengenaan biaya layanan maritim setelah masa 60 hari berakhir. Perbedaan sikap ini menciptakan ketidakpastian baru di tengah proses perdamaian yang masih rapuh antara AS dan Iran.
