Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$87, AS Hentikan Serangan ke Iran Buka Ruang Diplomasi

ilustrasi
Harga minyak dunia turun ke US$87 per barel setelah AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran, membuka peluang jalur diplomasi. | Foto: pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Harga minyak dunia kembali tertekan dan bertahan di level terendah dalam sepekan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Minyak mentah Brent turun ke US$87,82 per barel, sementara WTI berada di US$81,95 per barel . Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangan terhadap Iran, membuka peluang penyelesaian diplomatik konflik yang sebelumnya mengganggu pasokan energi global .

Harga minyak mencatatkan koreksi signifikan setelah pekan lalu sempat menembus US$100 per barel akibat eskalasi konflik yang menghambat pengiriman melalui Selat Hormuz dan meluas ke Laut Merah . Kini, pelaku pasar menyambut jeda konflik sebagai langkah awal meredakan ketegangan.

AS Tunda Serangan, Harapan Diplomasi Mengemuka

Presiden AS Donald Trump pada Senin (27/7) menyatakan Washington sedang melakukan pembicaraan yang “berjalan baik” dengan Iran dan masih melihat peluang tercapainya penyelesaian . Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan keputusan menghentikan sementara serangan bertujuan memberi ruang bagi upaya diplomasi .

Baca Juga:BGN Tegaskan Dapur MBG Dilarang Gunakan LPG 3 Kg, Minyakita, dan Beras SPHPHarga Minyak Tembus US$100, APBN Tetap Aman dan BBM Subsidi Dijaga Pemerintah

Namun, Trump menegaskan serangan militer dapat kembali dilanjutkan apabila negosiasi gagal . Iran juga menyampaikan peringatan serupa terkait kemungkinan aksi balasan . Ketidakpastian ini membuat pasar tetap waspada meski ada jeda konflik .

Aliran Minyak Masih Terganggu, Pemulihan Bertahap

Meski harga turun, gangguan pasokan nyata masih terjadi. Data Kpler menunjukkan kurang dari 10 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz setiap hari selama akhir pekan . Ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui selat itu rata-rata hanya 2,9 juta barel per hari, turun dari 5,9 juta barel pekan sebelumnya .

Houthi juga mengklaim menyerang jaringan pipa East-West yang mengalirkan minyak ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sebagai balasan atas serangan drone Arab Saudi . Analis Marex Edward Meir menilai meskipun kapasitas militer Houthi untuk memberlakukan blokade penuh masih diragukan, lalu lintas pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz telah menurun signifikan .

Faktor Lain yang Tekan Harga

Selain meredanya ketegangan geopolitik, pelemahan permintaan energi, terutama di kawasan Asia, turut menekan harga minyak . Kembali beroperasinya terminal Laut Hitam milik Caspian Pipeline Consortium di Rusia juga membantu menstabilkan pasokan . Dalam dua hari perdagangan terakhir, Brent kehilangan hampir 9% .

0 Komentar