RADARCIREBON.TV- Tim nasional Iran akhirnya menyudahi seluruh pertandingan mereka di fase grup Piala Dunia 2026. Terlepas dari urusan lolos atau tidaknya mereka ke fase gugur, skuad berjuluk Team Melli ini sukses mencatatkan torehan luar biasa: mereka pulang dengan status tak terkalahkan!
Pada laga pamungkas Grup G yang digelar di Stadion Seattle, Sabtu (27/6/2026), Iran harus puas berbagi angka 1-1 saat bentrok dengan Mesir.
Pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Iran sudah kebobolan lebih dulu lewat gol cepat pemain Mesir, Mahmoud Saber.
Baca Juga:DPR Usul Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan, Prabowo Akui Anggaran Jadi KendalaApple Resmi Naikkan Harga MacBook dan iPad, iPhone Masih Aman? Ini Daftar Harga Terbarunya
Namun, mental baja ditunjukkan anak-anak asuh Amir Ghalenoei. Hanya berselang sembilan menit, bek kawakan Ramin Rezaeian sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-14.
Demi mengamankan tiket otomatis ke babak 32 besar, Iran terus menggempur pertahanan Mesir di sisa laga. Mereka sebenarnya sempat bersorak saat Shoja Khalilzadeh berhasil menggetarkan jala lawan, sayang gol tersebut dianulir wasit karena sang pemain dinilai sudah berdiri dalam posisi offside.
Hat-trick Hasil Imbang
Dengan hasil ini, Iran tertahan di peringkat ketiga klasemen akhir Grup G dengan mengoleksi 3 poin. Uniknya, poin tersebut didapat dari tiga hasil imbang beruntun sepanjang turnamen, yakni menahan imbang Selandia Baru 2-2, meredam Belgia 1-1, dan terakhir seri 1-1 kontra Mesir.
Torehan tak terkalahkan ini langsung banjir pujian dari berbagai pencinta sepak bola dunia. Pasalnya, persiapan Mehdi Taremi dan kawan-kawan menuju Piala Dunia 2026 ini terbilang sangat berat dan dipenuhi drama di luar lapangan.
Akibat ketegangan geopolitik yang memanas antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat, timnas Iran dilarang menetap di AS. Mereka terpaksa harus mendirikan home base di Meksiko.
Konsekuensinya, para pemain harus menempuh perjalanan udara yang sangat jauh setiap kali akan bertanding, dan diwajibkan angkat kaki meninggalkan wilayah AS di hari yang sama persis setelah peluit panjang dibunyikan.
Diapresiasi Dunia
Meski fisik dikuras habis di perjalanan dan diterpa tekanan mental yang masif, perjuangan tanpa lelah para pemain di atas lapangan membuat banyak pihak angkat topi.
