Empat puluh tahun lebih bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan sebuah persahabatan. Namun bagi alumni angkatan 1980 SMA Negeri 1 Majalengka, jarak dan usia sama sekali tidak menjadi penghalang untuk kembali duduk bersama.
Di usia yang tak lagi muda, saat sebagian orang mulai memilih untuk banyak beristirahat, puluhan alumni 1980 SMA Negeri 1 Majalengka justru membuktikan bahwa persahabatan tidak mengenal kata kedaluwarsa. Pasalnya, mereka yang kini rata-rata menginjak usia 65 tahunan ini kembali berkumpul dalam ajang Tepang Sono Alumni di Garut untuk melepas rindu, mengenang masa-masa sekolah, sekaligus menjaga tali silaturahmi yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade.
Ketua Alumni, Teddy Malik, mengatakan bahwa sekitar 70 alumni hadir dari total 115 anggota yang masih terdata. Sementara itu, sebagian anggota lainnya terpaksa berhalangan hadir karena faktor kesehatan maupun urusan keluarga. Reuni tahunan ini dapat terlaksana berkat optimalisasi kas alumni yang berasal dari iuran anggota, serta didukung penuh oleh donasi hingga puluhan juta rupiah dari Kang Nana sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan sangat meriah.
Baca Juga:Talaga Biru Cicerem Hadirkan Wahana Kayak Transparan – VideoSPMB Tahap 1 SMP Negeri Diumumkan – Video
Semangat kokoh dalam menjaga persahabatan juga ditunjukkan oleh Agus Suyatna yang rela mengemudi sendiri dari Lampung menuju Garut hanya demi bertemu dengan teman-teman lamanya. Perjalanan jauh lintas provinsi itu seketika terbayar lunas saat ia kembali bercengkerama, seolah membawa mereka pulang ke masa-masa SMA yang penuh cerita, salah satunya kilas balik kenakalan masa remaja yang pernah dilakukan oleh sahabatnya, Kang Nana.
Bagi Kang Nana sendiri, yang kini sukses sebagai pengusaha sekaligus pendiri Majalengka Berkah, reuni ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Pertemuan ini menjadi pengingat berharga bahwa nilai persahabatan jauh lebih mulia daripada jabatan atau status sosial lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan alumni selama ini tidak hanya diwujudkan melalui seremonial reuni, tetapi juga lewat berbagai kegiatan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat, seperti program pengabdian sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ia berharap semangat kepedulian ini dapat terus berlanjut hingga melibatkan anak dan cucu mereka sebagai generasi penerus tali silaturahmi.