Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon menjadi harapan baru bagi banyak keluarga kurang mampu. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan kesempatan mengakses pendidikan berasrama tanpa terbebani biaya.
Suasana haru mewarnai open house Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon. Sejumlah orang tua mengaku bersyukur anak mereka memperoleh kesempatan belajar di sekolah rakyat setelah melalui proses pendataan oleh pendamping sosial.
Sutiah, orang tua Hanum, mengaku tidak menyangka anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Baginya, program ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir memberikan kesempatan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Baca Juga:DPRD Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik – VideoLayanan Di MPP Kabupaten Cirebon Belum Sepenuhnya Terintegrasi – Video
Cerita lain datang dari Wahid Suleman, siswa asal Ciwaringin yang memilih bergabung ke Sekolah Rakyat karena keterbatasan ekonomi keluarga. Ia berharap sistem pendidikan berasrama dapat membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta membantunya meraih cita-cita menjadi pengusaha sukses.
Pemerintah berharap Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi sarana memutus rantai kemiskinan melalui pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberian kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.