Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Cirebon belakangan ini semakin sering terjadi. Salah satunya terpantau di SPBU berkode 34.14119 di wilayah Kemantren yang pada waktu-waktu tertentu mengalami antrean panjang hingga mengular ke badan jalan. Sejumlah konsumen menilai, kenaikan harga Pertamax memicu banyak pengendara beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran.
Antrean panjang tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite pada jam sibuk.
Seorang konsumen mengaku, kenaikan harga Pertamax cukup memengaruhi pembengkakan biaya pengeluaran hariannya. Kondisi ini memaksanya untuk sesekali beralih menggunakan Pertalite agar pos anggaran bahan bakar kendaraannya tetap efisien.
Baca Juga:Prof. Rokhmin Dahuri Lepas Touring Ideologi Kader Kota Cirebon – VideoRitual Bubur Suro Situs Buyut Sampang – Video
Sementara itu, seorang petugas SPBU yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa melonjaknya permintaan Pertalite secara otomatis memengaruhi ritme distribusi. Lonjakan konsumsi masyarakat yang terjadi secara tiba-tiba ini sesekali memicu keterlambatan pada proses pengiriman pasokan dari depo Pertamina.
Kondisi serupa juga diamati oleh seorang petugas di kawasan SPBU tersebut, Ali Zainal. Menurutnya, kepadatan kendaraan mulai meningkat drastis sejak adanya penyesuaian harga Pertamax. Kepadatan yang meluap hingga ke jalan raya ini diperparah jika pasokan truk tangki Pertalite terlambat datang ke lokasi.
Warga berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan bakar serta menjamin kelancaran pasokan BBM subsidi di tingkat hilir. Sebab, fluktuasi harga maupun kelangkaan BBM dipastikan akan berdampak domino pada sektor lain dan ikut menaikkan biaya kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.