RADARCIREBON.TV – Memasuki pekan keempat Juli 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina masih menjadi perhatian utama masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. Kabar baiknya, hingga Senin (27/7/2026), PT Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan penyesuaian harga baru. Artinya, tarif BBM yang berlaku masih mengacu pada daftar harga yang ditetapkan sejak 1 Juli 2026 .
Bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, kabar ini tentu melegakan. Harga BBM subsidi tetap stabil: Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia . Sementara itu, sejumlah produk nonsubsidi justru mengalami penurunan harga pada awal Juli lalu .
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 27 Juli 2026
Berikut rincian harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku per 1 Juli 2026 dan masih bertahan hingga hari ini :
Baca Juga:Cara Nonton Timnas Indonesia Vs Kamboja Malam Ini: Link Live Streaming RCTI, Vision+, dan YouTube Reza Arap!104 Nyawa Melayang di Cirebon Timur dalam Setahun, ETLE Tembak 378 Pelanggar! Helm SNI Masih Jadi Musuh Utama
| Jenis BBM | Harga per Liter | Status |
|---|---|---|
| Pertalite | Rp 10.000 | Subsidi (Tetap) |
| Biosolar | Rp 6.800 | Subsidi (Tetap) |
| Pertamax (RON 92) | Rp 16.250 | Nonsubsidi (Tetap) |
| Pertamax Green 95 | Rp 17.000 | Nonsubsidi (Tetap) |
| Pertamax Turbo | Rp 19.300 | Nonsubsidi (Turun 1 Juli) |
| Dexlite | Rp 19.700 | Nonsubsidi (Turun 1 Juli) |
| Pertamina Dex | Rp 21.150 | Nonsubsidi (Turun 1 Juli) |
Ada yang Turun! Ini Produk yang Mengalami Penyesuaian
Meski Pertamax dan Pertamax Green 95 masih bertahan di harga lama, tiga produk BBM nonsubsidi lainnya justru mengalami penurunan harga pada awal Juli 2026. Masyarakat kini bisa menikmati Pertamax Turbo seharga Rp 19.300 per liter, Dexlite Rp 19.700, dan Pertamina Dex Rp 21.150 . Penurunan ini menjadi kabar baik di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Mengapa Harga BBM Bisa Berbeda di Tiap Daerah?
Pernahkah kamu memperhatikan bahwa harga BBM di Aceh berbeda dengan di Jakarta? Hal ini wajar terjadi. Pertamina menjelaskan bahwa perbedaan harga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti biaya distribusi, kondisi geografis, ongkos logistik, hingga besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah . Jadi, jangan heran jika harga di satu daerah dengan daerah lain tidak sama, ya!
Dengan stabilitas harga yang terjaga hingga pekan keempat Juli ini, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang dalam merencanakan kebutuhan transportasi harian. Pertamina pun memastikan akan terus memantau dinamika harga minyak global dan kondisi ekonomi untuk mengambil kebijakan terbaik bagi konsumen.
