Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Terus Melemah

Pemerintah saat ini masih memantau pergerakan harga minyak global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga Pertamax berpeluang turun bulan depan jika tren harga minyak dunia terus melemah. src-img : ofc.ig @bahlillahadalia
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, pada bulan depan. Namun, keputusan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia yang masih berfluktuasi.

Pemerintah saat ini masih memantau pergerakan harga minyak global sebelum memutuskan ada atau tidaknya penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Jika tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut, maka harga Pertamax dan beberapa jenis BBM lainnya berpotensi ikut disesuaikan.

Pemerintah Akan Bahas Penyesuaian Harga Pertamax

Bahlil mengatakan dirinya akan menggelar rapat bersama PT Pertamina (Persero) dan sejumlah badan usaha penyedia BBM swasta untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga.

Baca Juga:Harga Pertalite, Pertamax, dan Dexlite Hari Ini 3 Juli 2026 di Cirebon: Tak Ada Perubahan dari Awal JuliIndonesia Setop Impor Solar Tahun Ini, Bahlil: B50 Resmi Berlaku Mulai Juli 2026

Menurutnya, pemerintah akan mengambil langkah yang sejalan dengan kondisi pasar minyak dunia.

“Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Meski demikian, ia menegaskan keputusan tersebut belum dapat dipastikan karena pemerintah masih mencermati perkembangan harga Indonesian Crude Price (ICP) yang pergerakannya cukup dinamis.

Harga Minyak Dunia Masih Berubah-ubah

Pemerintah Cari Formula yang Seimbang

Bahlil menjelaskan bahwa harga ICP bisa berubah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu berhati-hati dalam menentukan kebijakan harga BBM nonsubsidi.

Menurutnya, penyesuaian harga harus mempertimbangkan dua aspek sekaligus, yaitu:

  • Kepentingan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi.
  • Keberlangsungan usaha di sektor minyak dan gas.

Ia menyebut pengguna BBM nonsubsidi mencakup sekitar 20 persen dari total konsumen BBM. Karena itu, pemerintah ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Pasokan BBM Nasional Dipastikan Aman

Selain membahas harga BBM, Bahlil juga melaporkan kondisi pasokan energi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyampaikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada di atas standar minimum yang telah ditetapkan. Selain itu, kerja sama pengadaan minyak mentah dengan sejumlah negara juga telah dipastikan berjalan baik.

Baca Juga:Bukan Soal Jabatan, Ini 7 Tanda Seseorang Belum Cocok Menjadi PemimpinDark Chocolate Disebut Baik untuk Jantung, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri tetap aman hingga akhir tahun.

0 Komentar