Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh produksi gabah nasional yang diproyeksikan mendekati 36 juta ton sepanjang tahun ini.
Stok Beras Bulog Jadi yang Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, stok beras yang saat ini dikuasai Bulog telah mencapai sekitar 5,4 juta ton.
Jumlah tersebut disebut sebagai stok beras tertinggi yang pernah dimiliki Bulog sekaligus menjadi capaian serapan tertinggi sepanjang Indonesia merdeka.
Baca Juga:Perceraian Tak Menghapus Tanggung Jawab Ayah, Nafkah Anak Tetap Wajib DipenuhiProduksi Beras dan Jagung RI Tertinggi Sepanjang Sejarah, Prabowo Soroti Keberhasilan Swasembada Pangan
Tingginya stok tersebut menunjukkan besarnya hasil pengadaan beras yang berhasil dilakukan Bulog selama tahun berjalan.
Bulog Mulai Menjajaki Penyaluran hingga Ekspor Beras
Selain memperluas kapasitas penyimpanan, Bulog juga mulai menjajaki perluasan penyaluran beras.
Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara sebagai bagian dari pengelolaan stok yang terus meningkat.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga keseimbangan antara produksi, penyimpanan, dan distribusi beras nasional.
Kapasitas Gudang Bulog Jakarta-Banten
Berdasarkan paparan Bulog, wilayah kerja Jakarta-Banten saat ini memiliki:
- 122 unit gudang
- Total kapasitas penyimpanan sekitar 480.337 ton
- Kapasitas gudang di DKI Jakarta sekitar 245.200 ton
- Kapasitas gudang di Banten sekitar 235.137 ton
Kapasitas tersebut menjadi bagian dari jaringan penyimpanan beras Bulog yang tersebar di berbagai daerah.
Pembangunan Gudang Baru Didukung Anggaran Rp5 Triliun
Sebelumnya, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan Kementerian Keuangan telah menyetujui anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru Bulog pada 2026.
Baca Juga:Enzo Maresca Resmi Jadi Pelatih Manchester City, Era Baru The Citizens DimulaiPersib Bandung Resmi Rekrut Gabriel Mutombo, Bek Prancis Pengganti Federico Barba
Gudang-gudang tersebut akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia guna menambah kapasitas penyimpanan beras yang terus bertambah.
Gudang Menggunakan Teknologi BRIN
Gudang baru nantinya akan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dengan teknologi tersebut, beras dapat disimpan hingga hampir dua tahun tanpa memerlukan proses fumigasi maupun penggunaan bahan kimia tambahan, sehingga kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Sebaran Gudang Baru dan Rencana Renovasi
Pembangunan gudang akan dilakukan di 100 lokasi, yang terdiri atas:
- 52 lokasi di lahan milik Bulog
- 48 lokasi di lahan hibah pemerintah daerah
Secara keseluruhan, kapasitas penyimpanan dari gudang baru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 900 ribu ton.
